Distribusi Minyak Tanah di Jayawijaya Kembali Normal, Pertamina Pastikan Pasokan ke Pangkalan Lancar

Rohana Wenggi • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:42 WIB
Penyaluran  minyak tanah di Jayawijaya, yang tadinya sempat terhenti, kini telah kembali disalurkan bagi masyarakat, Rabu (5/8/2026).(CEPOSINLINE.COM/PERTAMINA)
Penyaluran  minyak tanah di Jayawijaya, yang tadinya sempat terhenti, kini telah kembali disalurkan bagi masyarakat, Rabu (5/8/2026).(CEPOSINLINE.COM/PERTAMINA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku memastikan distribusi minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, kini telah kembali normal setelah sempat mengalami keterlambatan akibat kendala operasional transportasi udara.

Seluruh alokasi minyak tanah yang sebelumnya tertahan kini telah tiba di Wamena dan mulai disalurkan ke pangkalan guna memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah Distrik Wesaput.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, mengatakan dari total alokasi sekitar 200 ribu liter per bulan, sebelumnya baru 130 ribu liter yang berhasil disalurkan. Sementara sekitar 70 ribu liter mengalami keterlambatan pengiriman.

“Distribusi alokasi minyak tanah sebelumnya baru tersalur 130 ribu liter. Sebesar 70 ribu liter yang mengalami keterlambatan pengangkutan telah berhasil dikirim ke Wamena pada Selasa (4/8/2026), dan penyaluran ke pangkalan diprioritaskan mulai Rabu (5/8/2026),” jelasnya.

Abbas mengaku, khususnya di Distrik Wesaput. Pertamina Patra Niaga terus memastikan proses distribusi berjalan optimal agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi terjadi akibat kendala operasional transportasi udara pada awal hingga pertengahan Juli 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas kargo untuk mengangkut minyak tanah dari Jayapura ke Wamena berkurang sehingga sebagian alokasi belum dapat dikirim sesuai jadwal.
“Distribusi minyak tanah ke wilayah Jayawijaya mengandalkan angkutan udara dari Jayapura. Kendala operasional tersebut menyebabkan sekitar 70 ribu liter minyak tanah dari alokasi sekitar 200 ribu liter belum dapat terangkut sesuai jadwal”

“Saat ini seluruh alokasi tersebut telah tiba di Wamena dan segera didistribusikan ke pangkalan agar dapat melayani kebutuhan masyarakat,”jelasnya.

Saat ini, kebutuhan minyak tanah bersubsidi di Kabupaten Jayawijaya dipenuhi melalui dua agen resmi dengan total alokasi rata-rata sekitar 200 ribu liter setiap bulan.

Untuk memastikan distribusi tetap berjalan sesuai ketentuan, Pertamina juga terus berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Jayawijaya dalam memantau ketersediaan stok serta pengawasan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat pangkalan.

Selain memastikan pasokan kembali normal, Pertamina Patra Niaga juga memperkuat koordinasi dengan perusahaan transportasi udara sebagai langkah antisipasi agar distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan logistik tinggi dapat berlangsung lebih andal.

“Kami terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar distribusi energi ke wilayah Papua Pegunungan dapat berlangsung semakin andal dan tepat waktu. Dukungan serta kolaborasi seluruh pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran pasokan energi bagi masyarakat,”tutup Ispiani.(*)

Editor : Elfira Halifa
BBM Pertamina patra niaga