Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Komnas HAM Papua Indikasikan Dugaan Keracunan MBG di Depapre sebagai KLB, Korban Bukan Hanya Anak Sekolah

E
Penulis: Elfira Halifa❯
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey saat melakukan pemantauan terhadap korban yang diduga keracunan MBG berlokasi di Depapre, Rabu (5/8/2026).(CEPOSONLINE.COM/DOKUMEN).
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey saat melakukan pemantauan terhadap korban yang diduga keracunan MBG berlokasi di Depapre, Rabu (5/8/2026).(CEPOSONLINE.COM/DOKUMEN).


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mengindikasikan dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Indikasi KLB tersebut muncul setelah jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan dilaporkan mencapai seratusan orang. Korban tidak hanya anak sekolah, tetapi juga orang dewasa hingga ibu hamil.

Kejadian tersebut juga dilaporkan terjadi di sejumlah kampung di Distrik Depapre. 

Advertisement

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan indikasi KLB tersebut berdasarkan hasil pemantauan dan testimoni sejumlah korban yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.

“Komnas mengindikasikan ini sebagai KLB MBG di Kabupaten Jayapura. Saya sudah mendapat testimoni dari beberapa korban, di mana korbannya bukan hanya anak sekolah, melainkan ada orang dewasa dan juga ibu hamil,” kata Frits saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (5/8/2026).

Menurut Frits, dugaan kejadian tersebut tidak dapat dilihat sebagai persoalan yang terjadi di satu titik saja. Sebab, laporan gangguan kesehatan diterima dari beberapa kampung di Distrik Depapre.

Advertisement

“Kenapa dia KLB? Karena kejadiannya bukan satu kampung saja, melainkan ada beberapa kampung di Depapre. Sehingga ini ada sesuatu yang harus didalami lebih jauh dan harus ada yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Berdasarkan testimoni yang dihimpun Komnas HAM Papua, warga yang mengalami gangguan kesehatan mengeluhkan muntah-muntah, pusing, mual, sakit perut hingga diare setelah menyantap makanan MBG.

Komnas HAM juga menerima kesaksian mengenai kondisi makanan yang dikonsumsi. Sejumlah korban mengaku menemukan tempe yang diduga sudah berwarna hitam. Selain itu, semangka yang dibagikan disebut dalam kondisi berjamur.

Meski mengindikasikan kejadian tersebut sebagai KLB, Frits menegaskan Komnas HAM belum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami warga.

Advertisement
Editor : Elfira Halifa

Artikel Terkait

Dikira Sudah Sembuh dari Keracunan Makanan, Ternyata Tubuh Masih Butuh Pemulihan

Dikira Sudah Sembuh dari Keracunan Makanan, Ternyata Tubuh Masih Butuh Pemulihan

Keracunan makanan dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari mual, muntah, diare, kram perut, kelelahan, hingga demam. Meski sebagian

Efisiensi dan Cegah Keracunan, Satgas MBG Kota Sorong Dukung Penerapan Sistem Prasmanan

Efisiensi dan Cegah Keracunan, Satgas MBG Kota Sorong Dukung Penerapan Sistem Prasmanan

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Sorong, Ruddy Laku, mengatakan bahwa pihaknya mendukung terhadap penerapan sistem prasmanan dal

Dalam Tiga Hari, 2.269 Orang Diduga Keracunan MBG di 6 Daerah

Dalam Tiga Hari, 2.269 Orang Diduga Keracunan MBG di 6 Daerah

Program Makan Bergizi Gratis atau MBG kembali diwarnai laporan dugaan keracunan makanan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer