
CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA – Setelah pada 3 Agustus lalu aksi turun ke jalan yang dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) tak mencapai klimaks, kini agenda serupa kembali disiapkan.
Rencananya aksi demo ini akan digelar pada 15 Agustus yang bebarengan dengan peringatan perjanjian New York Agreement pada 15 Agustus 1962 dan diprediksi akan lebih besar dan terkoordinir.
Perjanjian yang melibatkan pihak Amerika Serikat, Belanda, dan Indonesia tersebut dinilai oleh KNPB dilangsungkan tanpa keterlibatan maupun perwakilan sah dari rakyat Papua.
“Aksi unjuk rasa pada, 15 Agustus mendatang merupakan aksi demonstrasi jilid II, melanjutkan agenda penyampaian aspirasi sebelumnya. Selain soal New York Agreement, tapi juga soal Papua zona darurat militer dan krisis kemanusiaan,” kata Jubir KNPB, Ogram Wanimbo lewat ponselnya, Kamis (6/8/2026).
Ia menyatakan untuk demo Jilid II ini dipastikan menurunkan massa lebih besar karena sudah ada perintah langsung untuk seluruh wilayah mendorong agenda yang sama. “Seluruh orang di tanah Papua yang peduli kami minta untuk turun,” jelas Ogram.



