Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

DPRD Dogiyai Desak Pengungkapan Kasus Penganiayaan Polisi dan Penembakan Masyarakat Sipil

Theresia F. Tekege • 2026-04-01 13:03:11
Wakil Ketua I DPR Kabupaten Dogiyai, Vitalis Kegiye. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
Wakil Ketua I DPR Kabupaten Dogiyai, Vitalis Kegiye. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA)
 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dogiyai mendesak pengungkapan secara tuntas kasus penganiayaan terhadap anggota kepolisian serta insiden penembakan yang menimpa masyarakat sipil di wilayah tersebut. Semua pihak, baik aparat keamanan maupun masyarakat, diminta menahan diri guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Penganiayaan terhadap anggota polisi, Yuventus Edowai, hingga meninggal dunia terjadi pada Selasa, 31 Maret 2026. Insiden tersebut kemudian memicu konflik lanjutan yang berujung pada jatuhnya korban dari kalangan masyarakat sipil.

Tercatat, hingga 1 April 2026, sebanyak enam masyarakat sipil dilaporkan meninggal dunia akibat penembakan dalam konflik antara masyarakat dan aparat keamanan di Dogiyai.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Dogiyai, Vitalis Kegiye, menyampaikan keprihatinan mendalam atas rangkaian peristiwa kekerasan tersebut. Ia menegaskan pentingnya penanganan kasus secara profesional, transparan, dan berkeadilan.

“Peristiwa ini sangat kami sesalkan. Kami minta penanganannya dilakukan secara serius, profesional, dan transparan agar keadilan benar-benar dirasakan semua pihak,” ujar Wakil Ketua I DPR Dogiyai kepada media ini via seluler, Rabu, (1/4/2026).

Menurutnya, Pemerintah Daerah bersama DPR, aparat keamanan dan organisasi masyarakat perlu segera membentuk tim investigasi yang independen dan kredibel untuk mengungkap pelaku penganiayaan terhadap anggota polisi.

“Kami bersama pemerintah dan aparat bersama masyarakat akan segera membentuk tim investigasi yang independen untuk mengungkap pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Vitalis juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil dan tidak diskriminatif.
“Penegakan hukum harus objektif dan tidak tebang pilih, sehingga memberikan rasa keadilan bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia turut mengimbau masyarakat Kabupaten Dogiyai agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban,” katanya.

Selain itu, ia menekankan agar penanganan kasus dilakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis guna mencegah potensi konflik sosial yang lebih besar.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Dogiyai, Yohanes Degei, meminta aparat keamanan segera mengungkap pelaku pembunuhan anggota polisi Edowai.
“Kami minta pelaku pembunuhan anggota polisi Edowai segera diungkap secara terang benderang,” ujar Yohanes.

Ia juga mendesak Kapolres Dogiyai untuk menarik personel dari lapangan menyusul adanya korban dari kalangan masyarakat sipil dalam bentrokan antara aparat dan masyarakat.“Kami juga meminta Kapolres untuk menarik aparat dari lapangan karena sudah ada korban dari masyarakat sipil,” tegasnya.

Menurut Yohanes, insiden tersebut telah menyebabkan sejumlah masyarakat sipil meninggal dunia dan mengalami luka-luka, sehingga diperlukan langkah cepat untuk meredam situasi.“Jangan sampai konflik ini terus meluas dan menimbulkan lebih banyak korban. Situasi harus segera dikendalikan,” katanya.

Di sisi lain, Koalisi HAM Papua turut mendesak aparat keamanan menghentikan operasi yang berpotensi memicu aksi balas dendam serta mendorong pembentukan Tim Pencari Fakta.

Koalisi juga meminta Gubernur Papua Tengah dan DPR Papua Tengah memfasilitasi pembentukan tim tersebut serta memastikan pemenuhan hak atas keadilan bagi korban, baik dari unsur aparat maupun masyarakat sipil.

DPRD Kabupaten Dogiyai menegaskan akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam penyelesaian kasus ini.“DPRD akan terus mengawasi agar proses penanganan berjalan sesuai aturan dan menjunjung tinggi keadilan,” tutup Vitalis. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#kasus penganiayaan #papua #Ceposonline.com #Dogiyai