CEPOSONLINE.COM, BIAK - Tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD terus bergerak cepat dalam menangani dampak ledakan hebat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Selasa malam (2/6).
Hingga tiga hari pasca-kejadian (H+3), aparat keamanan terus melakukan sterilisasi serta pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, dalam konferensi pers yang digelar Selasa malam (2/6), mengungkapkan bahwa fokus pencarian saat ini diarahkan ke wilayah perairan.
"Untuk korban yang dinyatakan hilang atau belum ditemukan, saat ini statusnya masih tiga orang. Tim gabungan dibantu Basarnas tetap melakukan pencarian dengan fokus di Ring 2, yaitu wilayah pantai dan perairan," ujar AKBP Ari Trestiawan.
Sementara itu, wilayah Ring 1 lokasi ledakan belum bisa diakses secara bebas karena masih dalam proses sterilisasi oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua. Ring 1 dinyatakan belum aman karena diduga masih menyimpan benda-benda sisa peledak yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kabar Duka
Sementara itu, Kabar duka kembali datang dari korban luka yang sedang menjalani perawatan medis. Kapolres menyampaikan bahwa salah satu korban yang menjalani rawat inap di RSUD Biak dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, total korban meninggal dunia akibat insiden ini bertambah menjadi enam orang.
"Dari dua korban yang kemarin menjalani rawat inap, hari ini satu di antaranya meninggal dunia. Jadi, total korban meninggal dunia yang tadinya lima orang, saat ini bertambah menjadi enam orang," jelas Kapolres.
Hingga saat ini, masih tersisa satu korban yang menjalani rawat inap di RSUD Biak, sementara 16 korban lainnya yang mengalami luka-luka dipastikan menjalani rawat jalan dalam pantauan tim medis.
Pemusnahan Bahan Peledak dan Temuan Serpihan Tubuh
Dalam perkembangannya, Tim Jibom Polda Papua, ungkap Kapolres Ari, berhasil mengamankan dan melakukan pemusnahan (disposal) terhadap sejumlah bahan peledak aktif yang ditemukan di lokasi. Benda-benda tersebut di antaranya adalah satu granat nanas dan satu granat manggis.
Secara total, aparat telah mengamankan dua proyektil yang sudah dikosongkan amunisinya dengan metode gerinda, dua granat nanas, serta satu granat manggis.
Selain mengamankan bahan peledak, tim gabungan yang menyisir wilayah pantai dan perairan (Ring 2) juga kembali menemukan lima potongan serpihan yang diduga kuat merupakan bagian tubuh dari korban ledakan.
Aparat Imbau Warga Menjauh dan Laporkan Temuan Bom
Mengantisipasi adanya ledakan susulan, AKBP Ari Trestiawan menyerukan dengan tegas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area Ring 1 demi keselamatan bersama.
Pihak kepolisian juga meminta kerja sama masyarakat untuk segera melapor jika mengetahui, melihat, atau bahkan menyimpan barang-barang yang dicurigai sebagai bahan peledak peninggalan perang.
"Kami mengimbau masyarakat, apabila mengetahui, melihat, atau menyimpan barang yang diduga membahayakan seperti bom atau bahan peledak lainnya, agar segera memberitahukan kepada aparat keamanan. Hal ini sangat penting karena benda-benda tersebut tidak hanya membahayakan warga, tetapi juga aparat gabungan yang saat ini sedang bekerja melakukan evakuasi di lapangan," pungkasnya. (il).
Editor : Lucky Ireeuw