Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Sosok Martini Rasyid, Pengagas Model Penciptaan Lapangan Kerja Berbasis Potensi Lokal di Asmat Papua Selatan

Wahyu Welerubun • 2025-09-29 13:36:20
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat, Martini Rasyid bersama timnya saat menggelar pertemuan.
Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat, Martini Rasyid bersama timnya saat menggelar pertemuan.

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Upaya meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP) di Kabupaten Asmat mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Melalui Aksi Perubahan Kinerja Organisasi (APKO), Kepala Bidang Tenaga Kerja pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat, Martini Rasyid, menggagas model penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.

Martini Rasyid menerangkan bahwa program ini lahir dari kegelisahan atas tingginya angka pengangguran terbuka di Asmat dalam empat tahun terakhir.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Asmat naik dari 0,45 persen pada 2021 menjadi 2,14 persen pada 2023.

Lanjut dikatakan Martini, kondisi ini diperparah dengan keterbatasan akses kerja bagi masyarakat lokal.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa selama ini kegiatan ketenagakerjaan di Kabupaten Asmat masih bersifat umum dan belum menyentuh akar persoalan.

 “Padahal kita punya potensi besar di bidang kerajinan, hasil hutan, laut, hingga keterampilan tradisional yang bisa dikembangkan,” tulis Martini.

Melalui aksi perubahan ini, Martini bersama timnya melakukan serangkaian langkah strategis, mulai dari pemetaan potensi lokal, pendataan pencari kerja OAP, pelatihan teknis, hingga pembentukan kelompok usaha komunitas.

Tak hanya itu, ia juga merancang aplikasi sederhana bernama “SiKerja Asmat” untuk mendukung pendataan tenaga kerja dan promosi usaha lokal.

Program ini dirancang dengan prinsip partisipatif, melibatkan tokoh adat, dunia usaha, hingga lembaga keuangan lokal.

“Kami ingin masyarakat Asmat tidak hanya jadi penerima bantuan, tetapi juga mandiri secara ekonomi melalui usaha berbasis kearifan lokal,” ujarnya.

Inovasi Martini mendapat dukungan penuh dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat.

Bahkan, juga masuk dalam strategi pembangunan jangka menengah daerah yang mengusung visi, “Terwujudnya Asmat yang Sehat, Cerdas, dan Sejahtera”.

Ke depan, model ini diharapkan bisa direplikasi di distrik-distrik lain di Asmat, bahkan di kabupaten dengan karakteristik serupa di Papua.

“Tujuan akhirnya adalah menurunkan angka pengangguran, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat identitas ekonomi berbasis budaya lokal,” tegas Martini.

“Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen aparatur daerah dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, sekaligus menjawab tantangan pembangunan di tanah Papua,” tutupnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#Ceposonline.com #PAPUA SELATAN #asmat