CEPOSONLINE.COM, JAKARTA- Pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap percepatan pembangunan Kabupaten Waropen. Sebanyak 52 peserta dari kementerian dan lembaga mengikuti Rapat Sinkronisasi Percepatan Pembangunan Kabupaten Waropen yang digelar di ruang kerja Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr. Velix Wanggai, Jumat (3/7/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Dr. Velix Wanggai itu diikuti perwakilan kementerian dan lembaga secara daring maupun luring. Dalam forum tersebut, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., memaparkan langsung kondisi umum Kabupaten Waropen, termasuk berbagai tantangan mendasar yang masih dihadapi daerah.
Bupati Mote menyampaikan bahwa Waropen masih membutuhkan dukungan kuat pemerintah pusat, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur jalan, jembatan, dan air bersih. Ia juga menjelaskan kondisi keuangan daerah, termasuk keberhasilan Waropen keluar dari opini disclaimer setelah 18 tahun.
“Keberhasilan keluar dari disclaimer adalah langkah penting. Namun, Waropen masih membutuhkan perhatian khusus karena kita sedang membangun Indonesia dari daerah yang sangat tertinggal,” ujar Bupati Mote.
Ia menegaskan, program prioritas Waropen seperti Waropen Sehat, Waropen Terang, dan Waropen Pintar sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam peningkatan pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Bupati Mote juga menyoroti kebutuhan infrastruktur mendesak, di antaranya pembangunan Jembatan Demba dan Jembatan Wobari. Kedua jembatan tersebut dinilai penting untuk membuka akses masyarakat, memperlancar mobilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Adi Prasetya, menyampaikan bahwa Kabupaten Waropen masih berada dalam kategori daerah sangat tertinggal. Karena itu, percepatan pembangunan harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
“Waropen berada pada tingkatan daerah sangat tertinggal. Ini harus menjadi perhatian serius melalui kolaborasi lintas pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan,” jelas Adi Prasetya.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Waropen untuk memastikan pembangunan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah pusat, Waropen diharapkan dapat keluar dari ketertinggalan dan bergerak menuju daerah yang lebih sehat, terang, pintar, terbuka, dan sejahtera. (*)
Editor : Weny Firmansyah