Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berada di Daerah Tertinggal, Pemerintah Pusat Akan Berikan Perhatian ke Kabupaten Waropen 

I
Bupati Waropen melakukan pertemuan bersama Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Khusus Papua, dan jajaran Kementerian dan Lembaga RI di Jakarta, Jumat (3/7/2026). (istimewa/ceposonline.com) 
Bupati Waropen melakukan pertemuan bersama Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Khusus Papua, dan jajaran Kementerian dan Lembaga RI di Jakarta, Jumat (3/7/2026). (istimewa/ceposonline.com) 


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAKARTA- Pemerintah pusat memberi perhatian serius terhadap percepatan pembangunan Kabupaten Waropen. Sebanyak 52 peserta dari kementerian dan lembaga mengikuti Rapat Sinkronisasi Percepatan Pembangunan Kabupaten Waropen yang digelar di ruang kerja Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr. Velix Wanggai, Jumat (3/7/2026).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Dr. Velix Wanggai itu diikuti perwakilan kementerian dan lembaga secara daring maupun luring. Dalam forum tersebut, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si., memaparkan langsung kondisi umum Kabupaten Waropen, termasuk berbagai tantangan mendasar yang masih dihadapi daerah.

Bupati Mote menyampaikan bahwa Waropen masih membutuhkan dukungan kuat pemerintah pusat, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktur jalan, jembatan, dan air bersih. Ia juga menjelaskan kondisi keuangan daerah, termasuk keberhasilan Waropen keluar dari opini disclaimer setelah 18 tahun.

Advertisement

“Keberhasilan keluar dari disclaimer adalah langkah penting. Namun, Waropen masih membutuhkan perhatian khusus karena kita sedang membangun Indonesia dari daerah yang sangat tertinggal,” ujar Bupati Mote.

Ia menegaskan, program prioritas Waropen seperti Waropen Sehat, Waropen Terang, dan Waropen Pintar sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam peningkatan pelayanan dasar dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Bupati Mote juga menyoroti kebutuhan infrastruktur mendesak, di antaranya pembangunan Jembatan Demba dan Jembatan Wobari. Kedua jembatan tersebut dinilai penting untuk membuka akses masyarakat, memperlancar mobilitas, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Advertisement

Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Adi Prasetya, menyampaikan bahwa Kabupaten Waropen masih berada dalam kategori daerah sangat tertinggal. Karena itu, percepatan pembangunan harus dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

 “Waropen berada pada tingkatan daerah sangat tertinggal. Ini harus menjadi perhatian serius melalui kolaborasi lintas pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan,” jelas Adi Prasetya.

 Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Waropen untuk memastikan pembangunan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan dukungan pemerintah pusat, Waropen diharapkan dapat keluar dari ketertinggalan dan bergerak menuju daerah yang lebih sehat, terang, pintar, terbuka, dan sejahtera. (*)

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Uskup Timika Disambut Adat di Waropen, Simbol Persaudaraan dan Sukacita

Uskup Timika Disambut Adat di Waropen, Simbol Persaudaraan dan Sukacita

Suasana penuh sukacita menyambut kedatangan Uskup Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., di Kabupaten Waropen, Minggu (25/10/2026). 

Andre Wonatorei Pimpin Kadin Waropen, Bidik Potensi Ekonomi Daerah

Andre Wonatorei Pimpin Kadin Waropen, Bidik Potensi Ekonomi Daerah

Andre Wonatorei resmi memimpin Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Waropen periode 2026-2031.

Bupati Waropen Ikuti KPPD Lemhannas, Bekal Baru untuk Perkuat Pemerintahan

Bupati Waropen Ikuti KPPD Lemhannas, Bekal Baru untuk Perkuat Pemerintahan

Bupati Waropen, Fransiscus Xaverius Mote mengikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan IV Tahun 2026 yang digelar Lembaga Keta

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer