Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Bupati Willem Wandik Matangkan Persiapan Sidang BPL BPP GIDI 2026, Semua Pihak Diminta Satukan Komitmen Untuk Sukseskan Kegiatan

Agung Trihandono • Jumat, 26 Juni 2026 | 20:23 WIB
Bupati Tolikara Willem Wandik saat memimpin Rapat Persiapan Sidang BPL BPP GIDI yang berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Tolikara, Jumat, 26 Juni 2026.
(CEPOSONLINE.COM/DISKOMDIGI TOLIKARA)
Bupati Tolikara Willem Wandik saat memimpin Rapat Persiapan Sidang BPL BPP GIDI yang berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Tolikara, Jumat, 26 Juni 2026. (CEPOSONLINE.COM/DISKOMDIGI TOLIKARA)

CEPOSONLINE.COM,TOLIKARA – Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Wilayah Toli terus memantapkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Sidang Badan Pekerja Lengkap (BPL) dan Badan Pekerja Pusat (BPP) GIDI yang direncanakan berlangsung di Kanggime Wilayah Toli Kabupaten Tolikara Papua Pengunungan pada November 2026 mendatang.

 

Komitmen bersama tersebut ditegaskan dalam Rapat Persiapan Sidang BPL BPP GIDI yang berlangsung di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Tolikara, Jumat, 26 Juni 2026. Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, S.Sos., selaku Ketua Panitia Sidang BPL BPP GIDI.

 

Rapat ini menjadi tahapan strategis dalam memastikan seluruh aspek penyelenggaraan sidang berjalan sesuai rencana. Selain itu memperkuat koordinasi antar seluruh pemangku kepentingan, menyamakan persepsi, mengevaluasi perkembangan persiapan, membagi tugas, serta merumuskan langkah-langkah operasional yang harus segera dilaksanakan.

 

Rapat diawali dengan doa pembukaan yang dipimpin Ketua Klasis Toma, Pdt. Wuringga Weya, dan ditutup dengan doa yang dipimpin Sekda Tolikara Dr. Yosua Noak Douw. Sementara notulen rapat dipercayakan kepada Dr. Imanuel Gurik, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Tolikara.

 

Turut hadir dalam pertemuan tersebut unsur Pemerintah Kabupaten Tolikara, DPRK Tolikara, Kementerian Agama, panitia pelaksana, para kepala distrik, para ketua klasis, serta seluruh seksi kepanitiaan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam menyukseskan agenda gerejawi terbesar di Wilayah Toli.

 

 

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai agenda penting, mulai dari kesiapan keamanan dan ketertiban masyarakat, kesiapan konsumsi dan logistik, operasional pelaksanaan sidang, laporan perkembangan dari setiap klasis dan distrik, hingga laporan kemajuan dari seluruh seksi kepanitiaan.

 

 

Berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan bersama, sejumlah keputusan strategis berhasil ditetapkan. Pada bidang kerohanian, seluruh jemaat dan panitia sepakat melaksanakan doa dan puasa bersama setiap tanggal 1 sampai 3 setiap bulan sebagai dukungan spiritual bagi kesuksesan Sidang BPL BPP GIDI.

 

 

Pada bidang keamanan, seluruh elemen masyarakat mulai dari tingkat wilayah, distrik, kampung, jemaat hingga panitia diberikan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama proses persiapan maupun pelaksanaan sidang berlangsung.

 

 

Sementara itu, pada bidang administrasi, panitia menjadwalkan penandatanganan dokumen kepanitiaan pada awal pekan mendatang serta mempercepat penyusunan proposal dukungan pendanaan yang akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, para kader GIDI, dan berbagai pihak yang berpotensi memberikan dukungan.

 

 

Dalam bidang ketahanan pangan, seluruh klasis, kader, jemaat dan masyarakat didorong untuk menyiapkan sekitar 600 ekor ternak babi sebagai bagian dari kebutuhan konsumsi peserta sidang. Selain itu, jemaat dan pengurus gereja juga diminta mengembangkan kebun dan peternakan guna mendukung kebutuhan pangan selama kegiatan berlangsung.

 

 

Persiapan infrastruktur juga menjadi perhatian utama. Panitia memutuskan pembersihan ruas jalan Kuari–Kanggime, percepatan akses menuju lokasi kegiatan dan bandara, pembesaran pintu aula utama, pembangunan honai oleh setiap klasis, serta penyediaan fasilitas MCK yang memadai dan terpisah bagi laki-laki dan perempuan.

 

 

Panitia memperkirakan jumlah peserta yang akan hadir mencapai sekitar 600 orang yang terdiri dari unsur BPP, wilayah, klasis, dewan gereja, badan urusan, dan para pemantau.

 

 

Di bidang pelayanan, seluruh sopir diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sopan, sementara para pelayan altar diwajibkan menggunakan jas saat memimpin ibadah. Pelayanan ibadah juga diprioritaskan dilaksanakan oleh pelayan-pelayan gereja dari jemaat di Wilayah Toli.

 

 

Panitia menetapkan seluruh personel kepanitiaan mulai berada di lokasi kegiatan sejak 1 Oktober 2026 hingga seluruh rangkaian sidang berakhir. Sedangkan rapat koordinasi berikutnya akan dilaksanakan pada 4 Juli 2026 guna mengevaluasi perkembangan setiap seksi.

 

 

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan budaya dan spiritual, acara Bakar Batu akan dilaksanakan pada hari pertama sebagai pembukaan dan pada hari terakhir sebagai penutupan Sidang BPL BPP GIDI.

 

 

Dalam arahannya, Ketua Panitia Willem Wandik menegaskan bahwa keberhasilan Sidang BPL BPP GIDI merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen daerah. Ia mengajak pemerintah, DPRK, gereja, distrik, klasis, jemaat, dan masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat koordinasi, mempercepat penyelesaian pekerjaan fisik maupun administrasi, serta mengutamakan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan lokasi kegiatan.

 

 

Menurutnya, kesuksesan Sidang BPL BPP GIDI Wilayah Toli tidak hanya menjadi kebanggaan gereja, tetapi juga menjadi cerminan semangat persaudaraan, pelayanan, dan kebersamaan seluruh masyarakat Tolikara.

 

 

Dengan komitmen yang kuat, koordinasi yang solid, dan dukungan seluruh elemen masyarakat, Kabupaten Tolikara optimistis mampu menjadi tuan rumah yang sukses dalam penyelenggaraan Sidang BPL BPP GIDI Tahun 2026 di Kanggime Klasis Kangi Wilayah Toli. (*)

 

Editor : Agung Trihandono
#tolikara #Ceposonline.com