Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Dinsos Sosial Papua Pegunungan Salurkan Bantuan Pemulihan Bagi Korban Kebakaran Karubaga

Agung Trihandono • 2026-02-14 09:30:51
Penyalurkan bantuan tahap pemulihan bagi warga terdampak kebakaran hebat hebat yang terjadi pada 28 Januari 2026 lalu di kawasan Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara.
Penyalurkan bantuan tahap pemulihan bagi warga terdampak kebakaran hebat hebat yang terjadi pada 28 Januari 2026 lalu di kawasan Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara.

CEPOSONLINE.COM, TOLIKARA — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial kembali menunjukkan komitmennya dalam penanganan pascabencana dengan menyalurkan bantuan tahap pemulihan bagi warga terdampak kebakaran hebat yang terjadi pada 28 Januari 2026 lalu di kawasan Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, didampingi jajaran stafnya, dan diterima oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, bersama Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya serta Kepala Dinas Sosial Tolikara Andrus Kogoya di Posko Induk Tanggap Darurat yang berpusat di Kantor Distrik Karubaga, Jumat (13/2/2026).

Usai menerima bantuan, Bupati Tolikara Willem wandik menyampaikan bahwa daerah yang dipimpinnya saat ini tengah menghadapi berbagai bencana sekaligus, mulai dari banjir, longsor, hingga kebakaran besar yang menghanguskan ratusan kios dan rumah warga di kawasan Giling Batu—dulu dikenal dengan nama Yelonggolo.

Menurutnya, skala kebakaran tersebut telah masuk kategori bencana kemanusiaan karena lebih dari seratus unit rumah terbakar dan ratusan warga kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian.

“Dalam situasi seperti ini kita memang tidak berdaya, tetapi kita harus tetap kuat, bertahan, dan membangun sinergi serta kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi, hingga Pemerintah Pusat. Kehadiran Kepala Dinas Sosial Provinsi hari ini adalah bukti nyata kepedulian itu,” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan yang sejak awal telah dua kali mengirim bantuan tanggap darurat melalui staf, dan pada kunjungan ketiga ini Kepala Dinas turun langsung ke lapangan.

Bupati menjelaskan bahwa awalnya warga hanya terdampak kebakaran. Namun dalam perkembangannya, bencana banjir dan longsor turut melanda sehingga jumlah pengungsi yang datang ke posko terus bertambah.

Pemerintah Kabupaten Tolikara telah membuka Posko Tanggap Darurat di Kantor Distrik Karubaga yang setiap hari melayani kebutuhan masyarakat terdampak.

Pelayanan posko melibatkan lintas unsur, antara lain:

BPBD Tolikara

Dinas Sosial Tolikara

Aparat TNI/Polri

Kementerian Agama

Para pendeta dan tokoh gereja

Relawan serta masyarakat setempat.

Sebagian besar korban kebakaran diketahui merupakan para pedagang. Karena itu, pemerintah daerah merencanakan langkah relokasi sementara ke Pasar Sentral Karubaga, mencakup kawasan terminal, los pasar, hingga ruko.

Langkah ini diambil agar para pedagang dapat kembali beraktivitas dan memulihkan ekonomi keluarga.

“Kalau tidak segera difasilitasi, para pedagang akan sangat kesulitan, bahkan bisa stres dan jatuh sakit. Karena itu pemerintah sedang menyiapkan tempat terbaik. Kami harap masyarakat bersabar,” kata Bupati Willem wandik.

Sementara di lokasi kebakaran, pemerintah juga berencana membangun kembali rumah-rumah warga yang hangus terbakar.

Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, SH, MH, menyampaikan rasa syukur karena rombongan tiba dengan selamat di Karubaga.

Ia mengaku prihatin setelah menerima informasi kebakaran dari berbagai media, sehingga segera memerintahkan staf menyalurkan bantuan darurat.

“Kami berharap masyarakat tidak melihat besar kecilnya bantuan, tetapi melihat kehadiran kami sebagai bentuk kekuatan dan nilai kemanusiaan—saling mengasihi sesama ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai provinsi yang membawahi delapan kabupaten, pihaknya berkomitmen memperhatikan seluruh wilayah secara adil melalui komunikasi berkelanjutan.

Rincian Bantuan Disalurkan

Bantuan tahap pemulihan yang diserahkan meliputi:

Beras 5 ton

Gula 10 karung besar

Kopi 10 karton

Teh 2 karton

Garam 15 karton

Peksin 5 karton

Mi instan 100 karton

Minyak goreng 10 karton

Susu Dancow 5 karton

Tikar dan selimut

Kepala Dinas Sosial Tolikara, Andrus Kogoya, dalam laporannya merinci jumlah korban berdasarkan paguyuban:

Keluarga Toraja: 63 KK / 163 jiwa

Keluarga gabungan (Ambon, Biak, Serui, Sentani, dll): 21 KK / 67 jiwa

Keluarga Luwu Raya: 40 KK / 92 jiwa

Keluarga Bone: 48 KK / 122 jiwa

Orang Asli Tolikara: 58 KK / 443 jiwa

Keluarga Jawa: 26 KK / 90 jiwa

Total terdampak: 256 KK / 976 jiwa

Estimasi Kerugian

Kerugian material ditaksir sangat besar, meliputi:

Rumah tinggal: ± Rp42,1 miliar

Usaha fotokopi: ± Rp2,025 miliar

Toko/kios: ± Rp40,4 miliar

Warung/rumah makan: ± Rp9,1 miliar

Pangkas rambut: ± Rp1,09 miliar

Ternak (babi, ayam, dll): ± Rp1,381 miliar

Total estimasi kerugian: ± Rp96,538 miliar

Dukungan Berbagai Pihak

Selain dari Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, bantuan juga datang dari berbagai unsur, antara lain:

BPBD Papua Pegunungan

Kementerian Sosial RI

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)

Bhayangkari Papua

TP-PKK Tolikara

Mama-mama Toli

DPR Papua Pegunungan

Anggota MRP Papua Pegunungan. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Agung Trihandono
#tolikara #Papua Pegunungan #Ceposonline.com