CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Timnas Australia memulai perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Turki pada laga pembuka Grup D yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Kanada, Minggu (14/6) pukul 11.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi momen spesial bagi pelatih Australia, Tony Popovic.
Mantan bek Socceroos tersebut mencatat sejarah sebagai pelatih Australia pertama yang merasakan atmosfer Piala Dunia baik sebagai pemain maupun pelatih.
Keberhasilan Popovic membawa Australia lolos otomatis ke putaran final memberinya waktu cukup panjang untuk membangun fondasi tim serta menyiapkan generasi baru pemain yang kini menjadi harapan Socceroos di panggung dunia.
Sementara itu generasi muda kini madi andalanAustralia datang ke Piala Dunia 2026 dengan wajah baru.
Dalam setahun terakhir, Popovic memberi kesempatan kepada sejumlah pemain muda untuk mendapatkan pengalaman dan membentuk identitas permainan tim.
Namun, tantangan pertama mereka tidaklah mudah. Di atas kertas, Turki lebih diunggulkan untuk memenangkan pertandingan.
Tim berjuluk Ay-Yildizlilar itu kembali tampil di Piala Dunia setelah absen selama 24 tahun.
Kepercayaan diri mereka sedang tinggi setelah sukses menembus babak perempat final Euro edisi terakhir.
Pasukan asuhan Vincenzo Montella juga menunjukkan performa impresif sepanjang kualifikasi dengan hanya menelan satu kekalahan dalam perjalanan menuju Amerika Utara.
Meski peringkat FIFA mereka masih berada di bawah Amerika Serikat, banyak pengamat menilai Turki merupakan tim terkuat di Grup D.
Kekuatan utama Turki terletak pada dua bintang mudanya yang sedang bersinar di kompetisi elite Eropa, yakni Arda Guler dari Real Madrid dan Kenan Yildiz dari Juventus.
Kedua pemain yang masih berusia 21 tahun itu diprediksi menjadi tulang punggung sepak bola Turki dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, kondisi Kenan Yildiz masih menjadi tanda tanya karena belum mengikuti sesi latihan penuh menjelang pertandingan.
Menghadapi lawan yang lebih difavoritkan, Australia tidak merasa terbebani. Justru status sebagai underdog dianggap menguntungkan karena tekanan lebih besar berada di pihak Turki.
Asisten pelatih Australia, Hayden Foxe, menegaskan, kekuatan utama Socceroos bukan terletak pada individu, melainkan semangat kolektif dan kerja sama tim.
"Tim juara selalu bisa mengalahkan kumpulan individu hebat, tetapi kami harus tampil maksimal selama 90 menit,"kata Foxe.
Adapun format baru Piala Dunia yang meloloskan delapan tim peringkat ketiga terbaik juga membuat peluang Australia tetap terbuka meski gagal meraih kemenangan pada laga pertama.
Meski begitu, hasil positif atas Turki akan menjadi modal berharga untuk memperbesar peluang lolos ke babak gugur.
Dengan perpaduan energi pemain muda, pengalaman para senior, dan sentuhan taktik Tony Popovic, Australia bertekad menciptakan kejutan saat menghadapi salah satu unggulan Grup D dalam laga yang diprediksi berlangsung sengit dan menarik. (*).
Editor : Yohanes Palen