Fantastis! ASN dan PPPK Indonesia Tembus 6,7 Juta, BKN Terapkan Dua Strategi Besar Ini

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Indonesia kini mencapai sekitar 6,7 juta orang.
Lonjakan jumlah aparatur negara tersebut mendorong Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk memperkuat tata kelola birokrasi
Adapun BKN akan menggunakan dua strategi besar, yakni digitalisasi manajemen ASN dan penguatan sistem merit.
Kepala BKN RI, Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, kedua langkah tersebut menjadi prioritas utama dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus memastikan pengelolaan ASN berjalan lebih efektif, profesional, dan akuntabel.
"Jadi, dua langkah tersebut menjadi prioritas kita dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mengelola jumlah ASN yang terus bertambah,"ucap Zudan saat rapat kerja bersama Komisi II DPR RI dikutip dari JPNN.com.
Menurutnya, peningkatan jumlah ASN yang signifikan pascarekrutmen besar-besaran pada 2024 dan 2025 harus diimbangi dengan sistem pengelolaan yang modern, terintegrasi, dan berbasis kompetensi.
"Semakin besar jumlah ASN, semakin besar pula kebutuhan akan tata kelola yang efektif. Karena itu BKN fokus pada digitalisasi manajemen ASN dan penguatan sistem merit agar birokrasi semakin profesional, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan,"tegasnya.
Sebagai bagian dari transformasi birokrasi nasional, BKN terus mengembangkan platform ASN Digital yang menjadi pusat layanan kepegawaian berbasis teknologi.
Adapun sistem ini dirancang untuk mempercepat pelayanan sekaligus menjadikan data sebagai dasar utama dalam pengambilan keputusan.
Sementara itu hingga Juni 2026, ASN Digital telah mencatat lebih dari 1,49 miliar kunjungan.


