Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemprov Papua Selatan Berkomitmen Perkuat Jaminan Perlindungan Pekerja 

Y
Penulis: Yulius Sulo❯
Pemerintah Provinsi Papua Selatan  menggelar pertemuan dengan BPJS Tenaga Kerja di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan di Salor, Merauke, Kamis (11/6/2026) (Biro Umum Papsel/Ceposonline.com)  
Pemerintah Provinsi Papua Selatan  menggelar pertemuan dengan BPJS Tenaga Kerja di ruang rapat Kantor Gubernur Papua Selatan di Salor, Merauke, Kamis (11/6/2026)  (Biro Umum Papsel/Ceposonline.com)  

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen memperkuat jaminan perlindungan para pekerja di daerah tersebut. Jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan salah satu instrumen yang sangat krusial dalam memberikan perlindungan nyata kepada para pekerja dari berbagai risiko sosial dan ekonomi yang mungkin terjadi saat mereka menjalankan aktivitas kerja.


Demikian disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, mewakili Gubernur Apolo Safanpo membuka Rapat Koordinasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Provinbsi Papua Selatan  di ruang rapat kantor Gubernur Papua Selatan, Kamis (11/6/2026).


Kehadiran program jaminan sosial ketenagakerjaan ini tidak sekadar memberikan rasa aman bagi para pekerja dan keluarganya di rumah. Lebih dari itu, kata dia, program ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan produktivitas kerja yang tinggi, mendorong kesejahteraan masyarakat, serta mengawal pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Provinsi Papua Selatan yang kita cintai ini.

Advertisement


Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua Selatan memiliki komitmen yang sangat kuat untuk mendukung implementasi program jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh.


Guritno mengatakan, perlindungan ini harus menyasar baik pekerja sektor formal maupun pekerja sektor informal, termasuk di dalamnya para pekerja rentan yang jumlahnya cukup besar di wilayah kita.


"Namun, kita harus sadar bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,"kata Agustinus Joko Guritno.

Advertisement


Untuk itu, lanjut dia, diperlukan sinergi, kolaborasi, dan integrasi yang kuat antara Pemerintah Daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, organisasi pekerja, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Ia menyebut pemerintah provinsi mendukung upaya peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di seluruh sektor usaha. 


Pemerintah provinsi mengimbau dan berharap agar seluruh perusahaan baik skala besar, menengah, maupun kecil yang beroperasi di wilayah Provinsi Papua Selatan dapat memenuhi kewajiban hukum dan moral mereka untuk mendaftarkan seluruh pekerjanya tanpa terkecuali.


"Rapat koordinasi hari ini menjadi momentum yang sangat penting bagi kita semua,"ujar Agustinus.


Menurut Guritno, forum ini adalah wadah untuk mengevaluasi capaian yang telah diraih, mengidentifikasi berbagai kendala yang masih mengganjal di lapangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis ke depan.

Advertisement

Artikel Terkait

BPJS Kesehatan Disuntik Rp20 Triliun, Prabowo Minta RS Jangan Bedakan Pasien Umum dan BPJS

BPJS Kesehatan Disuntik Rp20 Triliun, Prabowo Minta RS Jangan Bedakan Pasien Umum dan BPJS

Presiden Prabowo Subianto meminta antrean pasien diperpendek serta pelayanan di rumah sakit diberikan secara setara, baik kepada peserta

Prabowo instruksikan RS tak bedakan pasien BPJS dan non-BPJS

Prabowo instruksikan RS tak bedakan pasien BPJS dan non-BPJS

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin untuk memastikan rumah sakit-rumah sakit tidak mem

Usai Kasus Pasien BPJS Viral, Menkes: Saya Merasa Gagal Saat Ada Warga Meninggal Muda

Usai Kasus Pasien BPJS Viral, Menkes: Saya Merasa Gagal Saat Ada Warga Meninggal Muda

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui sistem layanan kesehatan nasional masih memiliki pekerjaan rumah, terutama dalam memperkuat

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer