CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Kapten timnas Argentina, Lionel Messi mendapat banyak kecaman usai bertemu dan mendengarkan pidato Presiden Trump di Gedung Putih Jumat (6/3/2026).
Hanya gara-gara hal kecil dimana usai Trump berpidato dan memaparkan soal serangan yang dilakukan ke Iran beberapa hari terakhir ternyata La Pulga merepon dengan tepuk tangan seolah-olah setuju dan mendukung pernyataan yang dilontarkan Trump tersebut.
"Militer Amerika Serikat, bersama dengan Israel yang luar biasa, terus menghancurkan musuh sepenuhnya, jauh lebih cepat dari jadwal dan pada tingkat yang belum pernah dilihat orang sebelumnya," kata Trump dalam pidatonya.
Trump kemudian menyimpulkan dengan mengatakan: "Rakyat kita melakukan pekerjaan yang hebat, sekali lagi - militer terhebat yang pernah ada." beber Trump. Netizenpun protes. "Ngapain messi disitu? terlibat politik?," sindir pemilik akun Yunanda yang dikutip dari media sosial, Senin (9/3/2026). Akun lain menyinggung bahwa seharusnya pidato Trump cukup berisi sepakbola karena ketika itu sedang mengundang tim Miami FC.
Namun isi pidato justru berbicara soal serangan, dampak dari serangan rudal dan drone serta pasukan yang dikerahkan menghancurkan beberapa kapal perang. "Apakah ini artinya Messi mendukung kekerasan yang terjadi saat ini," tulis Setyo mengomentari.
Namun ada yang membela karena menganggap Messi tidak mengetahui isi pidato yang disampaikan Trump mengingat Messi juga tak mahir berbahasa Inggris.
"Itu hanya ikut-ikutan tepuk tangan karena Messi kan tidak paham bahasa Inggris," jelas Perdana. Seperti diketahui, Inter Miami merupakan pemenang dari Major League Soccer (MLS) Liga Amerika Serikat setelah mengalahkan Vancouver Whitecaps pada bulan Desember lalu. (*)
Editor : Abdel Gamel Naser