CEPOSONLINE.COM, MERAUKE – Debat perdana Pilkada Merauke digelar di Swiss Belhotel Merauke, Sabtu (26/10) malam.
Adapun debat perdana ini tentunya menghadirkan 4 pasangan calon bupati dan wakil bupati Merauke.
Berikut 4 pasangan calon Pilkada Merauke:
- Nomor urut 1: Martinus Guntur Ohoiwutun dan Pragoyo
- Nomor urut 2: Kristian Gebze dan Kusmanto
- Nomor urut 3: Hendrikus Mahuze dan Riduwan
- Nomor urut 4: Yoseph Bladib Gebze dan Fauzun Nihayah
Adapun debat publik ini merupakan salah satu metode kampanye bagi semua pasangan calon untuk beradu ide dan gagasan, serta meyakinkan pemilih.
Caranya tentu dengan menawarkan visi dan misi, serta program kerja mereka, sehingga menjadi pertimbangan bagi pemilih dalam menentukan pilihan.
‘’Pemilihan kepala daerah serentak merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat, bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat,” ujar Ketua KPU Merauke, Rosina Kebubun, dalam sambutannya.
Kata Rosina, rakyat yang akan menentukan kepada siapa mandat itu diberikan untuk memimpin Merauke dalam 5 tahun ke depan.
“Oleh sebab itu, semua warga masyarakat Merauke, mari kita ikuti debat publik pertama ini secara saksama.”
“Karena inilah waktunya dan kesempatyan bagi kita yang datang hanya 5 tahun sekali, 5 menit di TPS dan 5 detik di bilik suara,’’ katanya.
"Inilah waktunya bagi kita menentukan, siapa yang layak dan pantas menjawab semua keluh kesah kita dan mewujudkan harapan kita semua.”
“Apa yang disampaikan semua Paslon dalam masa kampanye dan dalam debat ini adalah janji. Konsekuensi dari sebuah janji haruslah ditepati, diwujudkan kepada pemilih nanti,’’ lanjutnya.
Baca Juga: Persipura Bungkus Persewar Waropen 2-1, Ricardo Salampessy: Butuh Perjuangan Ekstra
Rosina mengajak dan meminta seluruh masyarakat Merauke untuk mencatat semua janji yang disampaikan oleh para paslon tersebut dan ketika nantinya terpilih maka rakyat bisa menagih janji-janji itu.
"Kita catat semua janji dan pada waktunya kita akan tagih janji-janji itu,’’ tandasnya.
Karena itu, kepada keempat pasangan calon bupati dan wakil bupati Merauke, Rosina Kebubun mempersilakan untuk adu ide dan gagasan.
“Fokuslah memenangkan hati rakyat dengan cara-cara bertabat tanpa hujatan, tanpa ujaran kebencian, tanpa isu SARA, tanpa politik hoax dan bukan memenangkan hati penyelenggara.”
“KPU hanya menyelanggarakan dan Bawaslu mengawasi dan rakyatlah yang menentukan. Karena suara rakyat adalah suara Tuhan,’’ pungkasnya. (*)
Editor : Gratianus Silas