Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

26 Tahun Bertahan dengan Satu Lampu

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Milka Ongge saat mengecek kondisi lampu emergency ditemani sang suami Elieser Pepuho saat ditemui di rumahnya di Buper Waena, (Jumat,6/11/2026)(CEPOSONLINE.COM/GAMEL)
Milka Ongge saat mengecek kondisi lampu emergency ditemani sang suami Elieser Pepuho saat ditemui di rumahnya di Buper Waena, (Jumat,6/11/2026) (CEPOSONLINE.COM/GAMEL)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Meski berada di pinggiran Kota Jayapura, kehidupan sepasang suami istri Elieser Pepuho dan Milka Ongge ternyata jauh dari hiruk pikuk.

Pilihan menepi di pinggiran kota membuat pasangan berusia 87dan 77  tahun ini benar benar hening. Tinggal sendiri dan hidup apa adanya. 

Bahkan untuk penerangan, ayah dari 8 anak itu hanya bertahan dengan satu lampu, itupun menggunakan panel Surya, solar cell. Ini dijalani bukan satu dua tahun melainkan 26 tahun.

Advertisement

Semua anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Hanya terkadang mereka masih sering dikunjungi anak cucu.

"Dulu kami tinggal di bawah (Waena, Distrik Heram) tapi sejak tahun 2000 kami naik kesini (Buper, Waena)," kata Elieser saat ditemui, Jumat (6/11/2026).

Elieser dulunya bekerja sebagai teknisi kendaraan atau montir. Namun seiring usia ia akhirnya berhenti dan tinggal berdua dengan sang istri.

Advertisement

Lokasinya berada di bukit dan hanya dua rumah disekitar lokasinya. Ia menjelaskan bahwa setiap malam ia hanya mengandalkan satu lampu hasil pengisian baterai dari solar cell.

Lampu itulah yang menjadi terang untuk pondok kecilnya berukuran 3 x 6 meter. "Ada dua lampu tapi yang satu rusak," jawabnya.

Tempat tinggalnya memang belum teraliri listrik karena menjadi rumah terjauh dari pemukiman. Selain itu lokasinya masuk dalam kawasan konservasi sehingga untuk bertahan ia hanya berharap dari panel surya mungil yang terpasang di halaman rumahnya.

Selain listrik, rumahnya juga tak ada instalasi air bersih PDAM. Pria yang menjadi saksi sisa perang dunia kedua ini hanya mengandalkan air hujan. "Tidak ada air, kami pakai air hujan. Tampung di bak untuk keperluan sehari-hari," bebernya. 

Advertisement
Editor : Abdel Gamel Naser

Artikel Terkait

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemprov Papua Tengah Fokus Tingkatkan Mutu Kopi, Petani Puncak Jaya Diberi Pelatihan

Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi.

Polisi Evakuasi Jenazah Pria Paruh Baya di Kuala Kencana, Korban Sempat Dirawat karena Sakit

Polisi Evakuasi Jenazah Pria Paruh Baya di Kuala Kencana, Korban Sempat Dirawat karena Sakit

Polsek Kuala Kencana bersama Tim Inafis Polres Mimika mengevakuasi seorang pria paruh baya berinisial H.S.P. (45) yang ditemukan meninggal.

BNPB Pusat Janjikan Mobil Rescue untuk Papua Selatan, OMC Diperpanjang 14 Hari

BNPB Pusat Janjikan Mobil Rescue untuk Papua Selatan, OMC Diperpanjang 14 Hari

Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendapatkan komitmen bantuan satu unit mobil rescue dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer