Erik / Cepos
Kiper Persipura Jayapura, Pierre Kahol.
JAYAPURA- Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano, memiliki kerinduan untuk memakai kiper asli Papua.
Dalam beberapa musim terakhir, Persipura Jayapura memang kesulitan menemukan sosok yang mumpuni di bawah mistar gawang Persipura Jayapura.
Pada era 70-an hingga 80-an, gawang Persipura Jayapura kerap dijaga oleh kiper-kiper asli Papua seperti Max Mebri, Manu Sarnai, Jimmy Pieter, Dominggus Rawar, Nico Dimo, John Pulalo, Sergius Doom, Izak Maruanaya, Jack Suebu Yahanes Bonay dan Fison Meraudje.
Setelah era Fison Meraudje hingga saat ini, Persipura Jayapura diperkuat oleh kiper-kiper dari luar Papua.
Oleh karena itu, BTM berharap ke depan muncul kiper asli Papua yang bisa kembali diandalkan di bawah mistar gawang Persipura Jayapura.
“Tentu kita sangat merindukan ada penjaga gawang asli Papua, namun saat ini kita sangat sulit mendapatkannya,” ungkap BTM kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (21/1) kemarin.
Sementara itu, salah satu mantan kiper Persipura Jayapura yang merupakan kiper asli Papua, Nico Dimo, juga mengakui, saat ini sulit untuk menemukan pemain Papua yang bersedia di bawah mistar gawang Persipura Jayapura.
“Pemain Papua saat ini tidak terlalu tertarik dengan posisi penjaga gawang, karena karakter pemain saat ini semua mau terkenal, mencari popularitas dengan mencetak banyak gol sehingga banyak pemain menjadi penyerang dari pada kiper,”ungkapnya.
Sekadar diketahui, dari 3 kiper utama yang dimiliki oleh Persipura Jayapura, salah satunya merupakan asli Papua, Pierre Kahol. Namun kalah bersaing dengan Dede Sulaiman dan Fitrul Dwi Rustapa. (eri/tho)
Editor : Administrator