Dugaan Keracunan MBG di Depapre, DPRK Jayapura Minta Dapur SPPG Ditutup Sementara

Elfira Halifa • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 05:41 WIB
Ilustrasi. (AI)
Ilustrasi. (AI)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Sekretaris Komisi A DPRK Jayapura, Ferianto Ragalawa, meminta operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan untuk siswa dihentikan sementara.

Hal ini menyusul dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Selasa (4/8/2026).

Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan sampai pemeriksaan menyeluruh terhadap makanan dan standar pengolahan di dapur SPPG selesai dilakukan.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada sejumlah siswa sekaligus menjamin keamanan makanan yang diberikan melalui program MBG.

“Untuk sementara dapur tersebut harus ditutup dulu. Periksa semua standar yang ada di dapur, apakah sudah sesuai aturan atau tidak, dan cari tahu penyebabnya,” kata Ferianto, Selasa (4/8/2026).
 
Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah anak yang mengalami keluhan diduga akibat makanan tersebut mencapai sekitar 20 orang.

Untuk itu ia meminta Panitia Khusus (Pansus) MBG DPRK Jayapura tidak menunda pemeriksaan dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur SPPG.

Evaluasi tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut kondisi dapur, tetapi juga standar operasional, proses pengolahan makanan, bahan yang digunakan, hingga mekanisme penyediaan makanan kepada para siswa.

Ferianto menegaskan, permintaan penghentian sementara operasional dapur SPPG bukan berarti DPRK Jayapura ingin menghentikan program MBG.

Namun, pelaksanaannya harus dibarengi dengan jaminan bahwa makanan yang diberikan aman dan memenuhi standar kesehatan.

“Setelah ada hasil pemeriksaan, baru bisa dibuka dan beroperasi kembali,” katanya.

Ferianto juga meminta penanganan terhadap para siswa yang mengalami keluhan menjadi prioritas.

Menurutnya, keselamatan anak-anak tidak boleh diabaikan dalam pelaksanaan program MBG.

“Kasihan anak-anak kita. Mereka adalah generasi masa depan Papua. Kalau sampai terjadi sesuatu, tentu sangat disayangkan,” ujarnya.

Ia berharap pemeriksaan dapat segera dilakukan untuk mengungkap penyebab keluhan yang dialami para siswa. Hasil pemeriksaan juga diharapkan menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (*)

Editor : Elfira Halifa
keracunan Mbg