CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Diskusi Publik Proyek Strategis Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat Papua yang diselenggarakan oleh Barisan Merah Putih RI diwarnai dengan aksi spontan sekelompok mahasiswa Papua.
Diskusi yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Papua, Sabtu (30/5/2026) menghadirkan narasumber Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, Kepala Komnas HAM, Frits Ramandey dan Antropolog Uncen.
Sekelompok mahasiswa memasuki ruang lantai sembilan gantor gubernur sembari memegang pamflet dengan tulisan yang beragam.
Di pamflet tersebut bertuliskan "Tolak PSN Papua bukan tanah kosong"
"PSN merampas hak-hak masyarakat adat"
Ada juga tulisan "Kami mahasiswa tolak PSN"
Di aksi spontan tersebut juga, seorang mahasiwa Papua, Stenly Dambujai menegaskan PSN tak memberikan dampak bagi masyarakat Papua.
"PSN merusak 2 juta hektare hutan di Papua Selatan"
"Orang Jakarta hanya mengambil kekayaan Papua" tegasnya.
"Orang Jakarta hanya mau kita punya SDM, tidak menginginkan kami orang Papua," sambung Stenly.
Sementara Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo menyampaikan tak masalah mereka melakukan penolakan.
"Adik-adik yang menolak tidak apa-apa, kita seminar dulu baru nanti kita diskusi," tutupnya. (*)
Editor : Weny Firmansyah