Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ancaman Pembongkaran Gunung Cycloop untuk Tambang Nikel Jadi Point Krusial Massa Aksi di Abepura 

J
Penulis: Jimianus Karlodi❯
Salah satu orator saat menyampaikan orasi di lingkaran Abepura Jumat (29/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMI)
Salah satu orator saat menyampaikan orasi di lingkaran Abepura Jumat (29/5/2026). (CEPOSONLINE.COM/JIMI)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Isu lingkungan dan ancaman eksploitasi alam di Tanah Papua menjadi salah satu poin krusial yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa di seputaran Lingkaran Abepura, Jumat (29/5/2026).


Dalam orasinya, koordinator lapangan sekaligus orator aksi, Stelnliy Dambujai, menyoroti informasi terkait rencana pembukaan lahan tambang nikel yang diduga kuat akan menyasar kawasan cagar alam Pegunungan Cycloop dalam waktu dekat.


Di hadapan massa yang berkumpul, Stenly menyinggung kekhawatiran mendalam mengenai nasib cagar alam tersebut. Ia menyatakan bahwa ada indikasi kuat dalam dua bulan ke depan, bentang alam Gunung Cycloop akan mulai dibongkar demi memuluskan proyek pertambangan nikel oleh pihak korporasi.

Advertisement


"Gunung Cycloop itu bukan sekadar tumpukan tanah atau komoditas yang bisa dikapling. Ada ancaman nyata bahwa dalam dua bulan ke depan, gunung yang menjadi sumber kehidupan kita akan mulai dibongkar untuk dikeruk nikelnya. Kita tidak boleh tinggal diam melihat benteng alam kita dihancurkan," tegas Stenly dalam orasinya di Abepura.


Pernyataan Stenly tersebut sejalan dengan rentetan pamflet yang digelar massa aksi di jalanan, yang secara spesifik menuntut penghentian segala bentuk eksploitasi sumber daya alam secara ilegal maupun yang berkedok investasi destruktif.


Bagi masyarakat adat dan warga Jayapura, Pegunungan Cycloop memiliki fungsi ekologis yang sangat vital sebagai cagar alam sekaligus "Ibu Air" atau pemasok utama kebutuhan air bersih bagi Kota dan Kabupaten Jayapura. 

Advertisement


Pembongkaran kawasan tersebut untuk industri ekstraktif seperti tambang nikel dikhawatirkan akan memicu bencana ekologis yang masif, merusak ekosistem hutan, serta melenyapkan hak-hak masyarakat adat atas tanah ulayat mereka.


Melalui momentum aksi ini, Stenly dan massa aksi mendesak pemerintah daerah maupun pusat untuk segera membatalkan atau mencabut segala bentuk izin konsesi kontrak karya pertambangan yang berada di wilayah suci Cycloop sebelum kerusakan lingkungan benar-benar terjadi.


Adapun aksi mimbar bebas di Abepura ini dilakukan oleh massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Selamatkan Tanah Air (SETARA), dengan mengusung mengusung tema besar "Tolak PSN dan Militerisme". (*)

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Uncen Ingin Lahirkan Talenta Sains Papua, Lomba Fisika Diperluas Tahun 2027

Uncen Ingin Lahirkan Talenta Sains Papua, Lomba Fisika Diperluas Tahun 2027

Sebanyak 38 tim dari 22 sekolah di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom beradu kemampuan dalam Lomba Cerdas Cermat Fisika

Warga Jayapura Harus Ekstra Waspada, Sebulan 24 Motor Bisa Hilang 

Warga Jayapura Harus Ekstra Waspada, Sebulan 24 Motor Bisa Hilang 

Kasus pencurian di Kota Jayapura masih menunjukkan trend meningkat. Untuk Wilayah Abepura misalnya, hampir setiap hari ada saja warga yang m

Satu Gelar Sudah Diraih, Mampukah Kota Jayapura Pertahankan Juara Umum Pesparani?

Satu Gelar Sudah Diraih, Mampukah Kota Jayapura Pertahankan Juara Umum Pesparani?

Kontingen Kota Jayapura mengawali kiprahnya dalam Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik II tingkat Provinsi Papua tahun 2026

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer