Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KDM: Papua Jangan Diubah Seperti Amerika, Orang Asli Bisa Kehilangan Ruang

E
Penulis: Elfira Halifa❯
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bersalaman dengan Wamendagri Ribka Haluk dikegiatan Konferensi APS III Tahun 2026, yang diselenggarakan di PYCH, Jumat (29/5/2026).(Ceposonline.com/Elfira).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat bersalaman dengan Wamendagri Ribka Haluk dikegiatan Konferensi APS III Tahun 2026, yang diselenggarakan di PYCH, Jumat (29/5/2026).(Ceposonline.com/Elfira).

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan di Papua harus tetap berpijak pada identitas budaya lokal, agar masyarakat asli tidak kehilangan rasa memiliki terhadap tanahnya sendiri.

Pernyataan itu disampaikan Dedi saat menghadiri Konferensi Analisis Papua Strategis (APS) III Tahun 2026, di Papua Youth Creative Hub, Jumat (29/5/2026).

Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa KDM itu menyoroti pentingnya penerapan arsitektur khas Papua dalam pembangunan rumah, kantor pemerintahan, sekolah, stadion hingga hotel di tanah Papua.

Advertisement

Menurutnya, Papua memiliki kekayaan budaya dan material lokal yang tidak dimiliki daerah lain.

Karena itu, pembangunan tidak harus bergantung pada konsep modern berbahan beton dan baja seperti di kota-kota besar dunia.

“Orang Papua tidak usah sedih ketika harga semen mahal, karena membangun dengan kayu jauh lebih indah dibanding semen. Begitu juga dengan rumbia, jauh lebih indah dibanding seng pabrikan,” ujar Dedi.

Advertisement

Ia bahkan menyatakan siap membantu merancang konsep desain arsitektur khas Papua apabila dibutuhkan pemerintah daerah.

“Nanti saya bantu desainnya. Rumah Papua, gedung kantor Papua, sekolah, stadion, hotel dan seluruh bangunan di Papua harus berarsitektur Papua agar orang Papua merasa tinggal di kampungnya sendiri,” katanya.

Dedi mengingatkan pembangunan modern yang tidak memperhatikan identitas lokal dapat memicu keterasingan masyarakat asli di daerahnya sendiri.

Menurut dia, derasnya investasi dan pembangunan gedung-gedung tinggi berpotensi membuat masyarakat Papua kehilangan ruang hidup serta rasa percaya diri di tanah kelahiran mereka.

Advertisement

Artikel Terkait

Jaga Keperawanan Papua dari Kaum Hidung Belang

Jaga Keperawanan Papua dari Kaum Hidung Belang

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Papua sejak pertama kali mengunjungi wilayah tersebut pada 2016 lalu.

KDM Beri Beasiswa Kepada 40 Anak Papua Untuk Kuliah di Bandung 

KDM Beri Beasiswa Kepada 40 Anak Papua Untuk Kuliah di Bandung 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan kesiapannya untuk memberikan 40 beasiswa kepada anak-anak Papua guna melanjutkan pendidikan tinggi di Bandung.

​Siap Gelar Aksi, BEM USTJ Ingatkan Kampus Soal Asas Praduga Tak Bersalah

​Siap Gelar Aksi, BEM USTJ Ingatkan Kampus Soal Asas Praduga Tak Bersalah

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) menyayangkan sikap pihak birokrasi kampus yang dinilai belum

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer