Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Partisipasi di Festival Sagu Meningkat, Kemenkum Beri Catatan Khusus

Jimianus Karlodi • Selasa, 28 April 2026 | 17:41 WIB
Anthonius Ayorbaba (Jimi/Ceposonline.com)
Anthonius Ayorbaba (Jimi/Ceposonline.com)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Partisipasi pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dalam Festival Sagu yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum selama kurang lebih tiga hari di halaman kantor gubernur Papua menunjukkan peningkatan signifikan. 

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Papua Papua Anthonius Ayorbaba kepada Cenderawasih Pos di Abepura, Senin (28/4/2026). Dalam keterangannya ia mengatakan bahwa, jumlah pelaku usaha yang terlibat dalam festival itu sebanyak 38 UMKM.

Jumlah ini diketahui jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya sejak 2021, jumlah UMKM asli Papua yang terlibat dalam event serupa tidak pernah lebih dari 10 peserta. Namun di tahun ini (2026) jumlah UMKM sagu yang terlibat sebanyak 38 peserta.

"Untuk sagu saja itu 38 UMKM, boot atau tenda yang kita sediakan itu sebanyak 50 boot, selain sagukan ada juga yang menjual minuman, kopi dan layanan terintegrasi lainnya," ungkapnya.

Jumlah tersebut kata Ayorbaba menunjukkan tumbuhnya kesadaran pelaku usaha terhadap pengembangan produk lokal. UMKM yang terlibat tidak hanya berasal dari Jayapura, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Merauke, Kepulauan Yapen, dan wilayah lainnya.

Secara keseluruhan dari jumlah tersebut, diketahui telah mendapat sertifikat secara simbolis kepada 16 UMKM dari kementerian hukum pada hari pertama festival. Sisanya diberikan dihari penutupan festival.

Selain itu kata Kepala Kemenkum itu, sebagian besar dari 38 UMKM tersebut telah terdaftar menjadi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Meski tidak menjelaskan secara detail terkait dengan jumlah yang terdaftar, namun yang pasti secara keseluruhan pasti akan mendaftar hanya butuh proses.

Adapun penyerahan sertifikat ini dilakukan Kemenkum, sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada pelaku UMKM, dengan harapan dapat memperkuat legalitas usaha sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi daerah. Pemerintah daerah juga didorong terlibat aktif dalam pengembangan dan perlindungan komoditas sagu.

Festival Sagu Papua 2026 di Jayapura menjadi wadah promosi dan penguatan kapasitas pelaku UMKM sagu dari berbagai wilayah di Papua. Meski demikian Ayorbaba menambahkan, suksenya festival tersebut tidak luput dari kekurangan yang menjadi tantangan dan kendala pihaknya dalam menjalankan festival. 

"Saya pikir hal-hal yang kurang ada pada sinergitas dan kolaborasi antar OPD terkait dan anggaran. Kita sadar dari sisi anggaran kita tidak mencukupi. Sehingga beberapa pihak sedikit kecewa dengan apa yang mereka dapat tidak sesuai ekspektasi yang mereka harapkan. Terutama bagian entertainment," bebernya. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#festival sagu #papua #Ceposonline.com