Serahkan Aspirasi Ke DPR Papua Tengah, Ini Sejumlah Tuntutan Massa Aksi di Nabire

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Aksi solidaritas masyarakat dan mahasiswa asal Puncak digelar di Nabire sebagai bentuk keprihatinan atas situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.
Dalam aksi itu, massa menyampaikan pernyataan sikap sekaligus tuntutan kepada pemerintah terkait penanganan konflik dan dugaan pelanggaran HAM.
Sekretaris Mahasiswa Puncak di Nabire, Dei Murib, yang membacakan pernyataan sikap menegaskan kondisi warga sipil, khususnya para pengungsi, membutuhkan perhatian serius dan penanganan segera.
“Bantuan sembako harus terstruktur, terorganisir dan bertahap bagi warga sipil selama mengungsi,” ujar Dei Murib saat membacakan pernyataan sikap di halaman kantor DPR Papua Tengah, Senin, (27/4/2026).
Mahasiswa juga mendesak agar layanan kemanusiaan segera dihadirkan di wilayah terdampak.
“Diusulkan pembukaan cabang Palang Merah Indonesia (PMI) di Puncak segera, serta pemerintah harus memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak pengungsi dan menghadirkan tenaga kesehatan di titik-titik pengungsian,” lugas Murib.
Selain itu, DPRD Puncak dan DPR Papua Tengah diminta segera mengambil langkah konkret dalam mendorong penanganan kasus ke ranah hukum.
“Anggota DPRD Kabupaten Puncak dan DPR Papua Tengah segera membentuk pansus untuk mendorong kasus HAM ini masuk ke ranah hukum,” tegasnya.
Dalam tuntutan jangka panjang, mahasiswa meminta pemerintah pusat mengambil kebijakan strategis demi melindungi masyarakat sipil.
“Presiden RI diminta segera menarik TNI non-organik dari wilayah sipil di tanah Papua,” ucap Dei Murib.



