Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serahkan Aspirasi Ke DPR Papua Tengah, Ini Sejumlah Tuntutan Massa Aksi di Nabire

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Mahasiswa dan Masyarakat di Nabire saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Pimpinan DPR Papua Tengah, Yang diterima lansung oleh Ketua DPR Papua Tengah, Delius Murib. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Mahasiswa dan Masyarakat di Nabire saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Pimpinan DPR Papua Tengah, Yang diterima lansung oleh Ketua DPR Papua Tengah, Delius Murib. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE — Aksi solidaritas masyarakat dan mahasiswa asal Puncak digelar di Nabire sebagai bentuk keprihatinan atas situasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

 Dalam aksi itu, massa menyampaikan pernyataan sikap sekaligus tuntutan kepada pemerintah terkait penanganan konflik dan dugaan pelanggaran HAM.

Sekretaris Mahasiswa Puncak di Nabire, Dei Murib, yang membacakan pernyataan sikap menegaskan kondisi warga sipil, khususnya para pengungsi, membutuhkan perhatian serius dan penanganan segera.

Advertisement

“Bantuan sembako harus terstruktur, terorganisir dan bertahap bagi warga sipil selama mengungsi,” ujar Dei Murib saat membacakan pernyataan sikap di halaman kantor DPR Papua Tengah, Senin, (27/4/2026).

Mahasiswa juga mendesak agar layanan kemanusiaan segera dihadirkan di wilayah terdampak.

“Diusulkan pembukaan cabang Palang Merah Indonesia (PMI) di Puncak segera, serta pemerintah harus memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak pengungsi dan menghadirkan tenaga kesehatan di titik-titik pengungsian,” lugas Murib.

Advertisement

Selain itu, DPRD Puncak dan DPR Papua Tengah diminta segera mengambil langkah konkret dalam mendorong penanganan kasus ke ranah hukum.

“Anggota DPRD Kabupaten Puncak dan DPR Papua Tengah segera membentuk pansus untuk mendorong kasus HAM ini masuk ke ranah hukum,” tegasnya.

Dalam tuntutan jangka panjang, mahasiswa meminta pemerintah pusat mengambil kebijakan strategis demi melindungi masyarakat sipil.

“Presiden RI diminta segera menarik TNI non-organik dari wilayah sipil di tanah Papua,” ucap Dei Murib.

Advertisement

Artikel Terkait

Papua Tengah bina 300 petani kopi tingkatkan kualitas produksi

Papua Tengah bina 300 petani kopi tingkatkan kualitas produksi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah tahun 2026 ini melakukan pembinaan kepada 300 petani kopi di enam kabupaten untuk meningkatkan

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Dari Kecintaan pada Kopi hingga Membangun Usaha, Paulus Youw Pilih Jadi Barista 

Berawal dari usaha sederhana berjualan kopi menggunakan sepeda motor saat masih kuliah, Paulus Youw kini memilih menekuni dunia barista dan

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Dukung Produk Kopi Arabika, Bupati Dogiyai Borong Kopi dan Komitmen Dukung Petani Kuasai Pasar

Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan Kopi Arabika Dogiyai dengan memborong produk kopi lokal saat men

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer