Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Supriadi Laling Pimpin Hipmi Papua

Abdel Gamel Naser • 2025-05-13 22:28:51

 

H. Supriadi Laling saat menerima surat keputusan usai terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah XIV BPD HIPMI Papua di Suny Hotel, Abepura, Senin (12/5).
H. Supriadi Laling saat menerima surat keputusan usai terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Daerah XIV BPD HIPMI Papua di Suny Hotel, Abepura, Senin (12/5).

CEPOSONLINE. COM, JAYAPURA - Hasil Musyawarah Daerah XIV BPD Hipmi Papua akhirnya memutuskan nama Supriadi Laling menjadi komando untuk tiga tahun ke depan, 2025-2028. Ia terpilih secara aklamasi dari Musda yang dipimpin Irji Matdoan didampingi Otis Suwae, Paulinus Comboy, Suharlim dan Riska.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak termasuk mantan Ketua Atto Sampe Buntu sebagai mentor saya sehingga proses ini bisa berjalan lancar," ucapnya usai pemilihan, di Swisbell Hotel, Jayapura, Minggu (12/5). Begitu juga disampaikan kepada seluruh DPC yang hadir dalam musda tersebut.

Dalam sambutannya, Laling menyampaikan bahwa di tengah tantangan ekonomi berdampak pada daerah termasuk Papua, maka dibutuhkan keterlibatan anak muda ikut mengambil peran membantu pemerintah. Oleh karena itu, Hipmi harus menjadi rumah bagi seluruh pengusaha muda di Papua untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam membantu pemerintah membangun ekonomi agar tetap stabil.

Untuk kepengurusan kedepan, kata Supriadi Laling ia akan menyeleksi betul soal komponen yang akan ditempatkan sehingga bisa menjaga eksistensi dan nama besar Hipmi ke depan. Minimal merawat semangat kebersamaan dan kekeluarga yang selama ini telah diwariskan oleh para senior sebelumnya.

“Mohon doa dan dukungnnya, saya ingin menjadikan Hipmi sebagai wadah pengusaha muda yang inovatif, kolaboratif untuk membangkitkan ekonomi daerah,” imbuhnya. Hipmi di bawah Laling ingin dijadikan organisasi yang mengumpulkan para pengusaha muda untuk sama-sama mendorong ekonomi daerah.

Dalam misi yang diusung, disebutkan bagaimana meningkatkan kapasitas anggota, memperluas jaringan usaha dengan membangun kolaborasi strategis dengan stakeholder pemerintah, swasta, BUMN, dan komunitas lain untuk membuka peluang kemitran dan inestasi.

“Selain itu mendorong inovasi pegelolaan pariwisata sebagai kebangkitan ekonomi dengan menjaring inestor dari luar dan meningkatkan peran Hipmi dalam kebijakan ekonomi daerah,” bebernya. Dimaksudkan di atas adalah menjadi mitra aktif pemerintah dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan ekonomi yang pro wirausaha.

“Termasuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan social. Mendorong anggota untuk memiliki tanggung jawab social dan kepedulian terhadap pembangunan berkelanjutan yang inklusif,” paparnya lagi. Terpilihnya Supriadi Laling di Hipmi tentu bukan tanpa cerita kegigihan. Ia bisa survive tentu tak lepas dari sebuah tekad. Dan sekali lagi garis nasib memang tak ada yang tahu. Semua menjadi misteri illahi.

Semisal saat sekolah dulu ada yang selalu juara namun setelah itu untuk mendapat kerja ternyata tidak mudah. Sementara ada juga yang dulu nakal dan jarang masuk saat sekolah namun lebih dulu mendapat pekerjaan. Yang terpenting adalah bagaimana berikhtiar atau berusaha dengan sungguh-sungguh serta tawakkal atau memasrahkan semuanya kepada gusti Allah SWT untuk pekerjaan selanjutnya.

Supriadi Laling mengibarkan pataka usai terpilih.
Supriadi Laling mengibarkan pataka usai terpilih.

Seperti cerita perjuangan Supriadi Laling sendiri. Pria rantau ini kini sukses dalam dunia bisnis dan karir politik. Hanya saja capaian hari ini tentu bukan jatuh begitu saja dari langit namun ada kegigihan yang harus dilakoni.

Cenderawasih Pos mendapat sepenggal ceritanya. Siapa sangka 19 tahun silam pria ini dulunya bukan siapa-siapa. Hidup menumpang, bekerja sebagai karyawan tidak tetap hingga akhirnya kini memiliki berbagi usaha dan membuka lapangan pekerjaan dan kini menjadi pebisnis.

Ia pertama kali ke Jayapura pada tahun 2006. Supriadi datang seorang diri kemudian bertarung nasib di Bumi Cenderawasih. Ia datang hanya bermodal nekad dan tekad. Sebagai laki-laki satu saat akan menjadi pemimpin sehingga sesulit apapun hidup harus dijalani. “Modal nekad saja, bagi saya gagal itu biasa tapi semua harus dimulai dengan perjuangan dulu. Bertarung dulu dan nanti baru lihat hasilnya. Jangan mudah menyerah menjalani hidup,” katanya.

Diceritakan sesampainya di Jayapura ia tidak tahu akan tinggal dimana. Akhirnya ditahun 2006 itu dirinya numpang di Masjid Raya, Paldam. Kurang lebih 3 bulan tidur di masjid sambil mencari pekerjaan. Iapun diterima sebagai karyawan di sebuah toko mini market di Imbi. Disitu ia bekerja selama 1 bulan karena harus shift-shift an setiap minggu.

Tak lama ia kemudian pindah kerja ke Toko Citra Agung di Ampera. Disini ia bekerja selama 1 tahun. Kurang lebih 1 tahun menjadi karyawan toko, iapun memberanikan diri keluar dan berusaha sendiri. Ia menjadi pedagang kaset VCD. Hanya saja dari niatnya bekerja secara mandiri ini malah harus terhenti. Itu tak lepas dari VCD yang dijualnya dianggap ilegal sehingga berkali - kali ia harus berurusan dengan aparat kepolisian. VCD ketika itu dilarang diperjualbelikan karena banyak bajakan dan karena itulah dianggap illegal.

Akhirnya ia mencoba melihat peluang usaha lain yakni membuka usaha parfum isi ulang kecil - kecilan. “Parfum adalah usaha ke 8 saya baru berhasil, usaha saya kaset, jam tangan , asongan semua gagal,” beber Supriadi mengurai kisahnya. Dengan modal etalase kecil dan menyewa lapak di depan Ampera, ia memulai karir bisnisnya dengan menjual parfum.

Kemudian setelah mendapatkan keuntungan dari jualan itu, ia memberanikan membuka toko parfum yang lebih besar. Beberapa tahun selanjutnya mulai membuka cabang di beberapa tempat di Jayapura hingga saat ini dikenal dengan Adira Parfum yang hampir memiliki cabang disemua kabupaten di Papua.

“Alhamdulillah saat ini ada jalan yang diberikan Allah. Memang tidak mudah tapi semua harus dijalani,” unngkapnya. Sukses menjalankan usaha parfum isi ulang, Supriadi Laling berekspansi bisnis ke bahan bahan fashion seperti sepatu, baju, kopor dan lainnya. Selain usaha itu, saat ini pria kelahiran Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan ini ia juga membuka toko kosmetik dan mini mart, Acong Mart. Sementara di dunia karir politik, nama Supriadi terbilang masih baru.

Meski begitu, siapa sangka, pada langkah pertamanya, pria kelahiran 1986 ini langsung melompat tinggi. Dengan menumpangi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pada hasil Pileg lalu ia mampu menerobos hingga menempati posisi Wakil Ketua III DPR Papua. "Sekali lagi, jangan mudah menyerah sebab namanya hidup pasti ada tantangan dan tantangan itu dihadapi, bukan dihindari.

Saya juga berharap pengusaha muda di Papua nantinya bisa membantu daerah untuk memajukan ekonomi daerah, sebab itulah saya berdiri saat ini," tutupnya. (*

Editor : Abdel Gamel Naser
#Hipmi Papua #Ceposonline.com #supriadi laling