Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Miris, Ribuan Perempuan di Papua Positif HIV/AIDS

Abdel Gamel Naser • Kamis, 17 April 2025 | 08:32 WIB

 

Miris, Ribuan Perempuan di Papua Positif HIV/AIDS. (Foto Ilustrasi)
Miris, Ribuan Perempuan di Papua Positif HIV/AIDS. (Foto Ilustrasi)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Angka penyebaran HIV/AIDS di Papua tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dinas Kesehatan Provinsi Papua merilis sebanyak 11.644 perempuan di Papua positif mengidap HIV/AIDS.

Data Dinkes hingga 31 Desember 2024 tercatat ada 21.129 kasus HIV/AIDS di Papua. Dari angka tersebut, tercatat pengidap HIV/AIDS berjenis kelamin perempuan berjumlah 11.644 orang sedangkan untuk laki-laki berjumlah 9.463 orang.

Dari sembilan kabupaten kota di Papua, Kota Jayapura paling banyak ditemukan kasus HIV/AIDS yaitu 8.864 kasus, Biak sebanyak 3.374 kasus, Jayapura 5.480 kasus, Keerom 522 kasus, Yapen 2.069 kasus, Mamberamo Raya 76 kasus, Sarmi 205 kasus, Supiori 253 kasus, Waropen 286 kasus.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum menyampaikan angka perempuan lebih banyak bisa jadi karena mau memeriksakan diri dibanding laki-laki.

“Faktor lainnya, pemerintah tidak menyediakan kondom untuk perempuan. Termasuk tidak ada sosialisasi penggunaan kondom kepada perempuan, mereka hanya menyediakan kondom untuk laki-laki,” terangnya saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (16/4/2025).

Lainnya adalah, mereka yang positif HIV/AIDS tidak rutin melakukan pengobatan. “Hal-hal seperti ini berpotensi menularkan HIV/AIDS ke orang lain,” ujarnya.

dr Aaron mengaku minimnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan HIV/AIDS.

Alasannya, takut ketahuan positif dan takut stigma yang didapatkan dari lingkungan mereka. Selain itu, belum ada program khusus yang mewajibkan semua orang untuk memeriksakan kesehatan mereka terkait HIV/AIDS.

“Semua layanan kesehatan di Kota Jayapura misalnya puskesmas dan beberapa rumah sakit sudah menyediakan pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyaraka peduli. Mengurangi perilaku risiko tinggi penularan HIV/AIDS. Misalkan penggunaan narkoba jarum suntik yang bergantian, perilaku hubungan seksual yang bertukar pasangan.

“Berhubungan dengan berganti-ganti pasangan berpotensi terjadinya HIV/AIDS,” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#papua #Ceposonline.com #perempuan #HIV / AIDs