Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kapolda Papua Tengah Beberkan Kronologi Tewasnya Anggota Polres Dogiyai

Theresia F. Tekege • 2026-04-02 03:25:43
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini (CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLDA PAPUA TENGAH) 
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini (CEPOSONLINE.COM/HUMAS POLDA PAPUA TENGAH) 

CEPOSONLINE.COM, NABIRE  – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini membeberkan kronologi tewasnya anggota Polres Dogiyai berinisial JE (24) yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (31/3/2026).

Kapolda menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 10.40 WIT saat korban ditemukan di pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu.

“Korban berinisial JE (24) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan oleh OTK,” ujar Brigjen Pol. Jermias Rontini.

Saat ditemukan, korban mengalami luka bacok pada bagian leher hingga belakang kepala, serta luka serius pada jari kelingking dan jari manis tangan kanan yang menyebabkan kedua jari tersebut putus.

Sekitar pukul 11.40 WIT, saksi LR (44) bersama personel Polres Dogiyai yang tengah melakukan patroli di kompleks Ikebo melihat masyarakat berlarian di sekitar pertigaan Puskesmas.

“Saat itu warga menyampaikan adanya seseorang yang tergeletak di parit depan gereja. Personel kemudian menuju lokasi dan menemukan korban dalam kondisi bersimbah darah,” jelasnya.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pratama Dogiyai untuk penanganan lebih lanjut.

Namun, situasi kembali memanas sekitar pukul 12.10 WIT saat personel Polres Dogiyai melaksanakan patroli lanjutan di Jalan Trans Nabire–Enaro, Kampung Ekemanida.

“Sekelompok masyarakat melakukan provokasi dengan melepaskan anak panah ke arah personel,” kata Kapolda.

Dalam insiden tersebut, seorang anggota polisi berinisial Bripda AR (23) mengalami luka tembak  di bagian bahu kiri.

Ketegangan berlanjut hingga sore hari. Sekitar pukul 18.30 WIT, sekelompok massa kembali melakukan penyerangan terhadap personel kepolisian serta Markas Komando (Mako) Polres Dogiyai menggunakan panah dan batu.

“Akibat kejadian itu, satu anggota kembali menjadi korban, yakni AY (22), yang terkena panah di bagian bahu belakang kanan,” tambahnya.

Kapolda menyatakan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban dari masyarakat sipil. Meski sempat terjadi rangkaian insiden, ia memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Dogiyai dalam kondisi aman dan terkendali.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang dan mempercayakan penanganan situasi kepada aparat keamanan TNI-Polri,” tegasnya. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Polres Dogiyai #kapolda papua tengah #Penganiayaan