CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Anggota DPR Papua Tengah Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Deiyai, Donatus Mote, meminta aparat keamanan bertindak tegas terhadap oknum yang diduga melakukan provokasi terkait persoalan Kapiraya melalui media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video viral yang dinilai memancing reaksi masyarakat dan berpotensi memperkeruh situasi. Dalam video itu, terdapat pernyataan yang mengajak masyarakat untuk turun melalui jalur danau jika hendak menuju lokasi, yang menurut Donatus merupakan bentuk provokasi terbuka.
“ Kalau masyarakat Paniai dan Deiyai mau ke Kapiraya ikut danau saja,” ungkap Anggota DPR Papua Tengah, Donatus Mote mengulang kata-kata dalam video yang viral belum lama ini saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Rabu, (4/3/2026).
Lanjutnya, Itu jelas provokasi kepada masyarakat. Seharusnya pihak keamanan bertindak tegas. Provokator seperti itu harus ditangkap, karena hanya memperbesar situasi dan tidak menginginkan kedamaian di Kapiraya.
Ia menilai, pernyataan-pernyataan yang beredar di media sosial tanpa kontrol dapat memperuncing ketegangan di tengah upaya penyelesaian persoalan yang sedang dilakukan oleh berbagai pihak.
“Pesan saya, jangan biarkan orang-orang seperti itu membakar situasi. Kalau terus dibiarkan, masalah bisa semakin besar dan sulit dikendalikan,” ujarnya.
Donatus juga menegaskan pentingnya menghormati tim yang telah dibentuk untuk menyelesaikan persoalan Kapiraya. Menurutnya, jika keberadaan tim tidak dihargai, maka upaya penyelesaian konflik akan semakin terhambat.
“Kalau tim yang sudah dibentuk tidak dihargai, lalu siapa lagi yang mau mereka undang untuk menyelesaikan masalah di Kapiraya? Semua pihak harus mendukung upaya penyelesaian secara damai,” pungkasnya.
Mote berharap seluruh elemen masyarakat dapat menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, demi menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah Kapiraya.
“ Kita harus kembali rawat dan jaga kedamaian yang diciptakan melalui misionaris dan diteruskan oleh masyarakat suku Kamoro dan Mee di Kapiraya,” harap Anggota DPR Papua Tengah. (*)
Editor : Lucky Ireeuw