Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

VIRAL! Warga Timika Papua Temukan Kodok Biru Langka Australia Blue Dumpy Frog di Belakang Rumahnya

Gratianus Silas • 2025-02-17 16:19:59
TANGKAPAN LAYAR – Kodok biru langka Australia, Blue Dumpy Frog, ditemukan seorang warga di belakang rumahnya di Timika, Mimika, Papua Tengah.
TANGKAPAN LAYAR – Kodok biru langka Australia, Blue Dumpy Frog, ditemukan seorang warga di belakang rumahnya di Timika, Mimika, Papua Tengah.

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Seorang warga menemukan kodok langka di belakang rumahnya, di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Penemuannya ini dibagikan di akun Tiktok miliknya (@bob_kafiar8).

Video yang dibagikan di akun Tiktok miliknya itu sontak viral dengan total penonton menjadi 18,2 juta.

Adapun kodok yang ditemukan itu berbeda dengan spesies kodok pada umumnya.

Pasalnya kodok tersebut berwarna biru.

Belum lagi kodok tersebut merupakan spesies katak pohon di Australia.

Tak ayal, kodok ini terbilang langka di Indonesia.

A blue specimen of the Green Tree Frog, Litoria caerulea.
A blue specimen of the Green Tree Frog, Litoria caerulea.

Dilansir dari Mongabay Indonesia, kodok ini dikenal dengan nama Blue Dumpy Frog (Litoria caerulea).

Rona biru cerah yang dimilikinya hanya dapat ditemui di hutan hujan tropis Queensland dan New South Wales.

Keunikan ini membuatnya semakin diminati dalam perdagangan satwa eksotik.

Katak biru ini berukuran kecil, hanya mencapai sekitar 5 cm, dan dikenal sebagai hewan nokturnal serta arboreal yang hidup di kanopi hutan.

Warna biru yang dimilikinya merupakan hasil variasi genetik, yang intensitasnya pun dapat berubah-ubah sesuai dengan tingkat kelembapan di lingkungan.

Dilansir dari Australian Museum, kodok ini masuk spesies Katak Pohon Hijau.

Sedikit aneh memang melihat katak berwarna biru masuk spesies katak pohon berwarna hijau.

Ternyata, dijelaskan bahwa nama ilmiah Katak Pohon Hijau adalah Rana caerule, bahasa Latin untuk 'katak biru'.

Pada tahun 1788, John White, Surgeon-General dari First Fleet, mengumpulkan spesimen pertamanya untuk dikirim ke Inggris.

Ada perdebatan menarik mengenai warna aslinya.

Sebagian ahli menduga alkohol pengawet yang digunakan (mungkin rum) selama perjalanan laut yang panjang mengubah warna dari hijau menjadi biru.

Kulit katak hijau mengandung pigmen biru dan kuning, dan keduanya berpadu untuk menciptakan warna hijau terang.

Alkohol dapat melarutkan atau menghancurkan pigmen kuning sehingga katak menjadi biru.

TANGKAPAN LAYAR – Kodok biru langka Australia, Blue Dumpy Frog, ditemukan seorang warga di belakang rumahnya di Timika, Mimika, Papua Tengah.
TANGKAPAN LAYAR – Kodok biru langka Australia, Blue Dumpy Frog, ditemukan seorang warga di belakang rumahnya di Timika, Mimika, Papua Tengah.

Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa kodok tersebut memang alami berwarna biru akibat mutasi gen yang menghilangkan pigmen kuning.

Katak biru muncul secara alami di alam liar karena mutasi kebetulan pada gen pigmen kuning, sehingga hanya warna biru yang muncul.

Ada juga versi kuning cerah yang tidak memiliki pigmen biru

Persoalannya, entah hijau atau biru, warna katak tersebut tidak benar-benar diketahui ketika diawetkan pada 1788.

Katak itu tidak dideskripsikan secara resmi hingga tahun 1790, saat muncul White’s Journal of a Sea Voyage to New South Wales, sebagai 'Katak Biru, berbintik abu-abu di bawahnya; kakinya terbagi menjadi empat jari; kaki belakangnya berselaput.'

Adapun perlindungan katak ini sangat bergantung pada keberlangsungan habitat hutan hujan, terlebih varian biru ini memiliki keistimewaan visual.

Kerusakan habitat alami menjadi ancaman serius bagi populasi di alam liar, sehingga upaya konservasi menjadi hal yang krusial untuk menjaga kelestarian spesies ini. (*)

Editor : Gratianus Silas
#queensland #Viral #papua #australia #Papua Tengah #tiktok #mimika #Ceposonline.com #katak #timika #new south wales #kodok