Gaji Tak Dibayar Empat Bulan, Kiper PSBS Biak Tuntut Kejelasan Manajemen

Erianto Pasae • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Andika Wisnu saat tampil bersama PSBS Biak pada Super League musim 2025/2026. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).
Andika Wisnu saat tampil bersama PSBS Biak pada Super League musim 2025/2026. (CEPOSONLINE.COM/ISTIMEWA).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Kiper PSBS Biak, Andika Wisnu, angkat bicara mewakili keresahan para pemain dan ofisial terkait masalah penunggakan gaji yang belum dibayarkan sejak putaran kedua Super League (Liga 1) 2025/2026.

 

 

Wisnu mengungkapkan bahwa gajinya telah tertunggak selama empat bulan. Menurutnya, hingga saat ini pihak manajemen klub belum memberikan kejelasan maupun respons terkait penyelesaian hak-hak pemain.

 

 

"Gaji saya masih tertunggak selama empat bulan. Ini adalah hak yang seharusnya dipenuhi sesuai kesepakatan yang telah dibuat," ungkap Wisnu kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Rabu (5/8/2026).

 

 

Ia menjelaskan bahwa para pemain sebenarnya telah berupaya menjalin komunikasi dengan pihak manajemen. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. 

 

 

“Sejauh yang saya alami, sampai saat ini belum ada respons maupun kepastian yang memadai terkait penyelesaian tunggakan. Kami sudah beberapa kali mencoba berkomunikasi, tetapi belum ada tindak lanjut yang jelas," ujarnya.

 

 

Mandeknya pembayaran gaji selama berbulan-bulan ini diakui sangat berdampak pada kehidupan pribadinya. Sebagai pemain profesional, ia menggantungkan penghasilannya dari sepak bola untuk menghidupi keluarga.

 

 

"Tentu sangat berdampak. Sebagai pemain profesional, gaji bukan sekadar angka, tetapi sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan tanggung jawab kepada keluarga. Kondisi ini juga menimbulkan ketidakpastian yang seharusnya tidak terjadi dalam hubungan profesional," ucapnya.

 

 

Meski merasa dirugikan, Wisnu menegaskan dirinya masih menunggu itikad baik dan berharap masalah ini dapat diselesaikan secara internal. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk membawa kasus ini ke ranah yang lebih serius jika manajemen tetap bungkam.

 

 

"Apabila tetap tidak ada respons maupun penyelesaian, saya akan mempertimbangkan untuk menempuh jalur sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku demi memperjuangkan hak saya sebagai pemain profesional," tegas Wisnu.

 

 

"Saya berharap manajemen segera menunjukkan tanggung jawabnya dengan memberikan kejelasan. Ini menyangkut profesionalisme dan kredibilitas klub. Saya harap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa perlu berlarut-larut," pungkasnya. (*)

Editor : Weny Firmansyah
kiper PSBS Biak Ceposonline.com