Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tanggapi Film"Pesta Babi," Wagub : Cuplikan Peristiwa dan Intropeksi Penguasa 

Yulius Sulo • Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:41 WIB
Paskalis Imadawa
(Sulo/Ceposonline.com) 
Paskalis Imadawa (Sulo/Ceposonline.com) 

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE - Wakil Gubernur (Wagub) Papua Selatan, Paskalis Imadawa menilai film dokumenter "Pesta Babi" ini adalah cuplikan yang benar-benar terjadi dan intropeksi diri terutama penguasa . 


Film dokumenter "pesta babi" ini adalah cuplikan-cuplikan peristiwa yang memang terjadi di Papua Selatan, dan hampir terjadi di seantero Nusantara.


Hal itu disampaikan Paskalis diawal sambutannya sebelum membuka diskusi panel kerukunan umat beragama dengan tema: "Kerukunan Umat Beragama Dalam Perspektif Globalisasi yang digelar  Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Selatan di Aula Wotjtyla, Keuskupan Agung Merauke, Sabtu (23/5/2026).


Wagub Paskalis mengatakan, selain cuplikan peristiwa, film itu banyak memotret peristiwa-peristiwa yang terjadi di tanah Papua, tapi juga intropeksi terhadap penguasa.


"Ini juga koreksi untuk kita penguasa yang mempunyai niat membangun daerah ini," kata Wagub Paskalis di sela-sela sambutan.


Paskalis mengaku melihat film dokumenter tesebut dari sisi positifnya, mari mengintropeksi diri.


"Mari kita mengintropeksi diri apakah saya juga terlibat dalam pesta babi ini atau tidak,"ujar Paskalis.


Menurut dia, tak hanya pesta babi tetapi ada banyak pesta-pesta lainnya di antaranya penggusuran, pesta pembalakan, pesta kebijakan, pesta jeritan dan tangis, dan ada juga pesta kehilangan.


"Jadi, ada banyak sekali pesta-pesta lainnya. Mari kita intropeksi diri, kira-kira kita ada di posisi mana. Apakah saya juga terlibat dalam pesta ini ataukah saya sebagai penonton, ataukah saya juga turut membantu pesta ini,"kata dia.


"Apakah saya juga sebagai inisiator untuk pesta ini, mari kita semua renungkan ini,"ujar Paskalis lagi.


Ia menegaskan bahwa tak ada seorang pun yang tidak mau ada pembangunan didaerahnya, semua pasti mau ada perubahan. 


Meski demikian, perubahan yang diharapkan adalah perubahan yang adaptif, perubahan yang benar-benar toleran dan manusiawi.


Paskalis berharap pembangunan yang dilakukan harus sesuai alamnya, mari mengisi pembangunan sesuai dengan kondisi topografi.


Lanjut dia, keadaan geografi di Papua Selatan menantang, sangat bersahaja dan cukup ramah. Tetapi dalam keramahan dan sahaja nya itu jangan digunakan sebagai peluang untuk menggeser sesama.


Ia menambahkan, dalam situasi keramahan dan toleran itu jangan dijadikan sebagai peluang untuk memperoleh sesuatu.


Sekadar informasi, sementara ini film dokumenter "pesta babi" marak menuai beragam komentar, saran dan tanggapan di media sosial. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#pesta babi #Paskalis Imadawa #PAPUA SELATAN