CEPOSONLINE.COM, MERAUKE- Ketua Presidium Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Pusat Luky A. Yusgiantoro melantik pengurus DPD ISKA Provinsi Papua Selatan periode 2026-2030 di Merauke, Sabtu (14/3/2026).
Sebagai Ketua DPD ISKA Papua Selatan Yoseph Albin Gebze yang juga mnejabat sebagai Wakil Ketua III DPRP Papua Selatan dari jalur pegangkatan.
Selain pengurus DPD ISKA Papua Selatan, juga dilantik pengrus DPC ISKA 4 kabupaten cakupan Papua Selatan pada periode yang sama yakni Merauke, Asmat, Mappi dan Boven Digoel.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan bahwa para sarjana merupakan garda terdepan yang memberikan konstribusi pemikiran sumbangan ide-ide dan gagasan baik kepada pemerintah maupun kepada gereja.
"Semua perubahan-perubahan dalam pelayanan public, dalam pembangunan maupun tafsir-tafsir keagamaan itu sarjana paling di depan,’’ katanya.
‘’Sarjana menjadi motor penggerak., menjadi tenaga penggerak dan inovator . Oleh karena itu, peran bapak ibu sebagai intelektual, sebagai professional harus turut serta mengambil bagian dalam pembangunan wilayah dalam pelayanan pertumbuhan gereja maupun dalam pelayanan kepada masyarakat,’’ lanjutnya.
Gubernur Apolo Safanpo juga berharap, ISKA di Papua Selatan harus proaktif melihat permasalahan- -permasalahan yang terjadi saat ini, baik dilingkunganb masyarakat, lingkungan gereja maupun dalam skala pemerintahan dalam berbagai hirarki maupun tingkatan pemerintah.
‘’Jadi ini merupakan kesempatanm yang baik terutama teman-teman ISKA di provinsi maupun kabupaten cakupan Papua Selatan. Mari kita turut serta mengambil bagian dan berkontribusi positif ,’’ pintanya.
Mantan Rektor Uncen ini juga mengajak para sarjana Katolik untuk tidak perlu mengikuti kegiatan -kegiatan yang tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, gereja, pemerintah, bangsa dan negara.
‘’Ikut menyebarkan berita-berita yang bohong, membully sesama kita. Itu bukan rana intelektual. Rana intelektuial adalah profesoionalisme. Karena sarjana itu saint sekaligus engenering. Saint itu ilmuan. Dia mempelajari apa yang ada di alam. Sedangakn engenering adalah inovator. Dia mengkreasikan sesuatu yang belum ada di alam,’’ jelasnya.
‘’Seorang sarjana tidak pergi kumpul-kumpul duduk membicarakan orang punya kelemahan dan kekurangan. Itu bukan rana sarjana. Karena sarjana, intelektual. Cendikia. Dia memberikan konstribusi positif dari hasil pemikirannya, ide-ide dan gagasannya,’’ lanjutnya.
Dengan mengutip pesan orang bijak bahwa orang yang pintar adalah orang yang memilki banyak ide. Tapi, orang yang tidak punya ide belum bisa dikatakan orang yang pinter.
‘’Bagaimana supaya kita bisa memiliki ide. Caranya adalah dengan mengumpulkan ide dari banyak orang dalam diskusi, seminar dan debat-debat publik. Disitu, kita mendapatkan banyak masukan dari banyak orang sarjana. Itulah seorang sarjana yang bisa memberikan konstribusi positif untuk perkembangan pertumbuhan masyarakat, ekonomi growth suatu negara dan pertumbuhan perkembangan gereja,’’’ tambahnya. (*)