Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

25.678 Kasus HIV/AIDS di Papua, PKK Ajak Selamatkan Generasi Muda dari Tiga Ancaman

Elfira Halifa • Jumat, 26 Juni 2026 | 03:24 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra'fatul Mulkiyah Matius Fakhiri (tengah) saat hadir di acara Dies Natalis ke-21 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih di Kota Jayapura, Kamis (25/6/2026). (Ceposonline.com/Humas Pemprov).

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Papua, Ny. Ra'fatul Mulkiyah Matius Fakhiri, mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam melindungi generasi muda Papua dari ancaman HIV/AIDS, kekerasan, dan penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat menghambat pembangunan sumber daya manusia Papua.

 

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka sosialisasi bertajuk “Bersama Cegah, Bersama Lindungi: Generasi Bebas HIV/AIDS, Anti Kekerasan, dan Anti Narkoba” dalam rangka Dies Natalis ke-21 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih di Kota Jayapura, Kamis (25/6/2026).

 

Dalam kesempatan itu, Ny. Ra'fatul mengungkapkan bahwa hingga Desember 2025 jumlah kasus HIV/AIDS di Papua telah mencapai 25.678 kasus.

 

Menurutnya, angka tersebut tidak boleh dipandang sebagai sekadar data statistik, melainkan sebagai gambaran nyata tantangan yang dihadapi masyarakat Papua.

 

“Yang sedang kita hadapi bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi ancaman terhadap produktivitas, kualitas sumber daya manusia, ketahanan keluarga, dan keberlanjutan pembangunan daerah,” ujarnya

 

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas manusianya, termasuk kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta ketahanan keluarga.

 

Ny. Ra'fatul juga menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak dan remaja di Papua. Sebagian besar korban berada pada kelompok usia 13 hingga 17 tahun, usia yang seharusnya menjadi masa membangun cita-cita dan masa depan.

 

“Tidak boleh ada anak Papua yang kehilangan masa depannya karena kekerasan. Tidak boleh ada generasi muda Papua yang kehilangan harapannya karena narkoba, dan tidak boleh ada keluarga Papua yang berjuang sendirian menghadapi HIV/AIDS,” tegasnya.

 

Menurutnya, keluarga harus menjadi pusat strategi pembangunan manusia. Karena itu, gerakan PKK terus didorong sebagai gerakan pembangunan berbasis keluarga untuk menciptakan generasi Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

 

Ia juga mengajak perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, media, dunia usaha, dan keluarga untuk membangun gerakan bersama dalam melindungi generasi muda Papua.

 

“Papua sedang memasuki fase penting pembangunan sumber daya manusia. Bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila generasi mudanya sehat, berpendidikan, produktif, bebas narkoba, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan,” katanya.

 

Melalui momentum Dies Natalis ke-21 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih, Pemerintah Provinsi Papua berharap lahir gerakan intelektual dan gerakan sosial yang lebih besar guna mewujudkan Papua Cerah, yakni Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni. (*)

Editor : Elfira Halifa
#PKK #papua #HIV / AIDs