CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat merespons aksi kekerasan yang menimpa seorang warga sipil di Kali Enaro, Kampung Ekaitadi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai.
Insiden yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 15.20 WIT ini mengakibatkan korban mengalami luka serius dan harus menjalani tindakan medis darurat.
Korban diketahui merupakan seorang pria berinisial S (55) yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek. Kejadian bermula saat petugas kepolisian yang sedang melintas di lokasi menemukan korban dalam kondisi terluka parah.
Tanpa menunda waktu, petugas bersama warga setempat langsung mengevakuasi korban ke RSUD Paniai. Hingga saat ini, korban telah menjalani operasi dan masih berada di bawah perawatan intensif tim medis, sehingga belum dapat memberikan keterangan mendalam terkait kronologi serangan tersebut.
Pihak berwenang memastikan bahwa proses hukum telah berjalan dengan pengumpulan bukti-bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
Saat ini, tim gabungan tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku yang identitasnya masih dalam tahap penyelidikan. Satgas Damai Cartenz berkomitmen untuk mengungkap dalang di balik aksi kriminal ini guna memastikan keadilan bagi korban.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kriminal di tanah Papua.
“Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kami berkomitmen menjaga keamanan dan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” tegas Kaops Damai Cartenz.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan bahwa pengawasan di titik-titik rawan akan semakin diperketat melalui patroli rutin.
Langkah ini diambil untuk mempersempit ruang gerak kelompok-kelompok yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan apabila menemukan hal mencurigakan. Sinergi antara aparat dan masyarakat sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujar Wakaops Damai Cartenz.
AKBP menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan peran aktif warga. Ia menjamin keamanan identitas bagi siapapun yang memberikan informasi valid terkait keberadaan pelaku.
Partisipasi aktif masyarakat dan sinergi dengan Satgas Damai Cartenz sangat penting untuk menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Kami juga menjamin kerahasiaan setiap informasi yang diberikan oleh masyarakat,” ujar AKBP Andria.
AKBP Andria juga menekankan bahwa setiap prosedur penegakan hukum dilakukan dengan standar profesionalisme tinggi.
Pelaku yang tertangkap nantinya akan dijerat dengan ancaman pidana berat sebagai bentuk penegakan hukum yang tegas dan memberikan efek jera.
“Satgas Operasi Damai Cartenz berkomitmen melakukan penegakan hukum secara transparan, profesional, akuntabel, tegas, dan terukur,” tegas AKBP Andria.
Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab pasca-kejadian ini. Satgas Damai Cartenz memastikan bahwa situasi di Distrik Paniai Timur saat ini tetap terkendali dan mengajak semua pihak untuk bahu-membahu menjaga kedamaian di wilayah Papua Tengah. (*)