Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI dan Polri, Ada Target Besar yang Ingin Dicapai

Elfira Halifa • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 06:51 WIB
Prabowo Subianto. (ISTIMEWA)
Prabowo Subianto. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA-Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus kemiskinan, kelaparan, dan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, ia menyatakan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran, bahkan tidak menutup kemungkinan mengurangi anggaran sektor pertahanan maupun kepolisian jika memang diperlukan demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo usai memimpin Panen Raya Serentak di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

"Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem, harus kita hilangkan”

“Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita, kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan," tegas Prabowo, sebagaimana dilansir dari Bali Express, Rabu (22/7/2026).

Prabowo menjelaskan, efisiensi anggaran merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam mempersiapkan Indonesia menjadi negara maju pada 2045-2050.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan visi tersebut sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang saat ini masih berada di bangku sekolah.

"Anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang masih di SD, 25 tahun lagi mereka berusia 35 tahun. Mereka itulah inti bangsa Indonesia. Kalau sekarang kita tidak mengurus mereka, bagaimana Indonesia bisa menjadi negara keempat terbesar di dunia?" ujarnya.

Karena itu, pemerintah menempatkan investasi pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun generasi yang unggul dan produktif.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan bahwa kekuatan pertahanan nasional tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran militer atau kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Menurutnya, pertahanan yang paling kokoh adalah ketika rakyat hidup sehat, kuat, dan sejahtera.

"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam dengan bangsa Indonesia, seluruh rakyat akan membela bangsa ini," katanya.

Presiden pun meminta TNI dan Polri terus hadir di tengah masyarakat dengan membantu petani, nelayan, serta warga yang membutuhkan. 

Ia menilai kedua institusi tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, tidak hanya di bidang keamanan, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi berbagai kontribusi TNI dan Polri dalam membantu masyarakat, mulai dari pembangunan jembatan hingga penyediaan akses air bersih di berbagai daerah.

"Hari ini saya bangga, hari ini saya bahagia. TNI bangun berapa ribu jembatan, Polri juga, berapa ribu titik air. Kita atasi, kesulitan rakyat kita atasi," ungkapnya.

Prabowo kembali menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan institusi milik rakyat yang harus selalu berpihak kepada kepentingan masyarakat. (*)

Editor : Elfira Halifa
Prabowo Subianto