Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Prabowo Subianto: Kesejahteraan Aparat adalah Kunci Cegah Praktik Pemerasan Terhadap Rakyat

W
Penulis: Weny Firmansyah❯
Presiden Prabowo Subianto. (ISTIMEWA)
Presiden Prabowo Subianto. (ISTIMEWA)


Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA — Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen politiknya dalam membenahi postur birokrasi dan memotong mata rantai korupsi secara sistemis di tanah air.


Dalam pidato kenegaraan terbaru, Kepala Negara menyoroti korelasi langsung antara tingkat kesejahteraan finansial para abdi negara dengan integritas pelayanan publik di lapangan.


Presiden menyatakan bahwa pemenuhan upah dan gaji yang layak bagi seluruh elemen aparat keamanan serta pelayan masyarakat merupakan prasyarat mutlak yang tidak bisa ditawar lagi.

Advertisement


Kebijakan peningkatan kesejahteraan ini dinilai sebagai langkah preventif paling radikal untuk memastikan penegak hukum dan birokrat fokus pada tugas negara tanpa harus membebani masyarakat dengan pungutan liar.


*Gaji Layak untuk Mengikis Budaya Pungli dan Korupsi Birokrasi*


Menurut Presiden Prabowo, pembenahan ini harus menyasar seluruh sektor krusial penopang stabilitas negara, mulai dari jajaran instansi TNI, Polri, tenaga pendidik (guru), tenaga kesehatan (nakes), hingga aparatur sipil negara (ASN) secara vertikal.

Advertisement


Ada beberapa poin filosofis di balik urgensi reformasi penggajian yang disampaikan oleh Kepala Negara:


*Pencegahan Pemerasan*: Menjamin kebutuhan dasar prajurit dan polisi terpenuhi secara terhormat sehingga tidak ada celah bagi oknum untuk melakukan tindakan pemerasan atau pungutan liar terhadap masyarakat sipil.

*Benteng Korupsi*: Menaikkan daya tawar integritas ASN agar tidak mudah tergiur oleh praktik suap, gratifikasi, maupun manipulasi anggaran negara.

*Martabat Pelayan Publik*: Mengembalikan muruah para guru dan tenaga medis sebagai pilar peradaban bangsa yang berhak mendapatkan apresiasi ekonomi secara proporsional.

Advertisement
Editor : Weny Firmansyah

Artikel Terkait

Utang Indonesia Bertambah Rp1.819 Triliun di Era Prabowo, Ekonom Soroti Risiko Ini

Utang Indonesia Bertambah Rp1.819 Triliun di Era Prabowo, Ekonom Soroti Risiko Ini

Utang pemerintah Indonesia bertambah Rp1.819,79 triliun sejak sebelum Presiden Prabowo Subianto menjabat hingga akhir Juni 2026. Dalam perio

Prabowo Akui MBG Banyak Kekurangan, 2.600 Orang Diperiksa

Prabowo Akui MBG Banyak Kekurangan, 2.600 Orang Diperiksa

Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih diwarnai berbagai kekurangan.

KDM Tak Hadiri Rakornas TPAKD, Presiden Prabowo Beri Komentar Spontan ini

KDM Tak Hadiri Rakornas TPAKD, Presiden Prabowo Beri Komentar Spontan ini

Gubernur Jawa Barat Kang Dedy Mulyadi atau yang akrab disapa KDM tidak menghadiri acara kenegaraan yang digelar di Provinsi Jawa Barat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer