Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Babak Baru Polemik Film Pesta Babi, Mama Yasinta Laporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya

Yohanes Palen • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:42 WIB
Babak Baru Polemik Film Pesta Babi, Mama Yasinta Laporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya
Babak Baru Polemik Film Pesta Babi, Mama Yasinta Laporkan Ketua LBH Merauke ke Polda Metro Jaya

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Polemik seputar film dokumenter Pesta Babi memasuki babak baru. 

Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta, resmi melaporkan Ketua LBH Papua Merauke berinisial JTW ke Polda Metro Jaya.

Laporan tersebut telah terdaftar dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026.

JTW dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, yakni Pasal 65 juncto Pasal 67.

Penasihat hukum Mama Yasinta Hamonangan Daulay, mengatakan laporan yang diajukan kliennya ditujukan kepada individu yang dinilai bertanggung jawab atas penggunaan gambar dan identitas Mama Sinta dalam film tersebut.

"Yang kita laporkan adalah perorangan, yakni Ketua LBH Merauke berinisial JTW," kata Hamonangan kepada wartawan di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026) dikutip dari Detiknews.

Ditempat sama, Mama Yasinta mengaku sangat kecewa dan merasa dirugikan karena wajahnya ditampilkan dalam film Pesta Babi tanpa seizin dirinya. 

Menurutnya, tidak pernah ada komunikasi maupun permintaan persetujuan terkait penggunaan dokumentasi yang menampilkan dirinya.

"Saya sakit hati dan sangat kecewa. Film itu diputar di banyak tempat, tetapi tidak pernah ada izin atau pembicaraan dengan saya sebelumnya,"kata Mama Sinta.

Ia menegaskan bahwa, keberatan tersebut muncul karena wajah dan identitasnya telah ditayangkan secara luas kepada publik tanpa persetujuannya.

"Wajah saya diputar di mana-mana dalam film itu tanpa izin dari saya. Karena itu saya datang ke Jakarta untuk mencari keadilan,"katanya.

Mama Yasinta kemudian menceritakan awal mula dirinya mengetahui keberadaannya dalam film tersebut. 

Ia mengaku baru menyadari dirinya tampil dalam film Pesta Babi saat menghadiri pemutaran film yang diselenggarakan di Jayapura.

Ia mengatakan,,saat itu ia diajak seseorang bernama Tigor untuk menghadiri sebuah kegiatan. Namun, sesampainya di lokasi, ternyata yang diputar adalah film Pesta Babi.

"Saya diajak ke Jayapura untuk ikut kegiatan. Setelah selesai kegiatan, saya diajak menonton. Saya pikir akan ada acara potong babi seperti biasanya, tetapi ternyata yang diputar adalah film berjudul Pesta Babi. Di situ saya melihat wajah saya muncul di layar,"jelasnya.

Momen tersebut, kata Mama Yasinta, menjadi pengalaman yang sangat mengejutkan sekaligus menyakitkan bagi dirinya dan keluarga.

"Saya melihat sendiri wajah saya ditampilkan di depan banyak orang tanpa seizin saya. Itu yang membuat saya sangat sakit hati dan terpukul bersama keluarga,"tuturnya.

Mama Yasinta juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah diberi tahu maupun dimintai persetujuan untuk dilibatkan dalam produksi film tersebut. 

Justru ia baru mengetahui keberadaannya dalam film saat menghadiri pemutaran pada 8 April 2026.

"Tidak pernah ada pemberitahuan kepada saya bahwa saya dilibatkan dalam film itu. Saya benar-benar kaget ketika melihat wajah saya muncul saat film diputar,"bebernya.

Sementara itu kasus ini menambah panjang kontroversi yang mengiringi film Pesta Babi, yang sebelumnya telah memicu berbagai perdebatan di ruang publik Papua maupun tingkat nasional. 

Kini, perkara tersebut memasuki ranah hukum dan menunggu proses lebih lanjut dari penyidik Polda Metro Jaya.

Namun menariknya laporan Mama Yasinta tersebut kembali menjadi perdepatan dan munculnya pertanyaan publik akan peranya sebagai salah satu tokoh utama dalam film Pesta Babi ini. (*).

Editor : Yohanes Palen
#pesta babi #mama yasinta #Ceposonline.com #polda metro jaya