Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepala SMA Negeri Meepago Ceritakan Perjuangan Anak Yatim dari Siriwo Hingga Menjadi Juara English Competition

T
Penulis: Theresia F. Tekege❯
Kepala SMA Negeri Meepago, Otopianus Tebai foto bersama dengan Melian Obaipa, Siswa SMA Negeri Meepago yang meraih Juara I English Competition tingkat SMA pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)
Kepala SMA Negeri Meepago, Otopianus Tebai foto bersama dengan Melian Obaipa, Siswa SMA Negeri Meepago yang meraih Juara I English Competition tingkat SMA pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Papua Tengah. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA F. TEKEGE)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, NABIRE – Tidak ada yang langsung melihat air mata perjuangan di balik senyum Melian Obaipa ketika namanya diumumkan sebagai Juara I English Competition tingkat SMA pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Papua Tengah yang digelar di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Kamis, (23/7/2026).


Di atas panggung, yang terlihat hanyalah seorang siswi SMA Negeri Meepago menerima penghargaan berupa perlengkapan sekolah, sertifikat, dan kesempatan mengikuti English Course melalui kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah bersama SAPA Foundation. Namun, di balik prestasi itu, tersimpan kisah seorang anak dari Siriwo yang sejak kecil kehilangan ayahnya dan tumbuh bersama ibunya yang bekerja sebagai petani di kampung.


Perjalanan itulah yang hingga kini membekas di hati Kepala SMA Negeri Meepago, Otopianus Tebai.

Advertisement


Saat menceritakan Melian, raut bangga begitu jelas terlihat dari Kepala Sekolah SMA Negeri Meepago ini. Baginya, prestasi yang diraih siswinya bukan sekadar kemenangan dalam sebuah perlombaan, tetapi bukti bahwa mimpi seorang anak tidak pernah ditentukan oleh keadaan hidupnya.


“Kami sangat bersyukur. Sekolah ini masih umur jagung, baru sekitar lima tahun berdiri. Tetapi anak kami bisa meraih prestasi seperti ini. Melian tidak hanya tampil berpidato dalam bahasa Inggris pada Hari Anak Nasional, tetapi juga berhasil menjadi Juara I English Competition. Itu menjadi kebanggaan besar bagi kami,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/7/2026).


Melian berhasil menjadi yang terbaik dalam kompetisi bahasa Inggris yang diikuti pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari Kabupaten Nabire, Deiyai, dan Dogiyai.

Advertisement


Namun bagi Otopianus, piala yang kini dibawa pulang Melian hanyalah akhir dari sebuah perjalanan panjang.


Ia masih mengingat bagaimana siswanya itu datang dari Siriwo, daerah yang masih cukup terisolir ke arah Paniai. Sejak kecil Melian telah kehilangan sosok ayah, sementara ibunya tetap bertahan di kampung sebagai petani. Demi bisa terus bersekolah, Melian tinggal di asrama SMA Negeri Meepago, jauh dari keluarganya.


“Dia berasal dari Siriwo. Hidup dalam keluarga yang tidak mampu. Selama liburan pun dia tidak pulang ke rumah, tetap tinggal di asrama. Itu yang membuat kami bersyukur. Anak yang punya keterbatasan ekonomi justru memiliki semangat belajar yang sangat tinggi hingga bisa meraih prestasi seperti sekarang,” tutur Otopianus.


Di mata para guru, Melian bukan hanya dikenal karena kecerdasannya dalam bahasa Inggris. Ia juga tumbuh menjadi anak yang rendah hati dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain.

Advertisement

Artikel Terkait

60 Tahun Layani Pedalaman Papua, PT AMA Kini Didukung Subsidi Pemprov Papua Tengah

60 Tahun Layani Pedalaman Papua, PT AMA Kini Didukung Subsidi Pemprov Papua Tengah

Setelah lebih dari 60 tahun melayani masyarakat di wilayah pedalaman dan terisolir Papua, PT Angkasa Mulia Air (AMA) kini mendapat dukungan

Kepala Distrik Kamuu Yakini Program Pendidikan Gratis Pemprov Merupakan Investasi Menciptakan Generasi Emas Papua

Kepala Distrik Kamuu Yakini Program Pendidikan Gratis Pemprov Merupakan Investasi Menciptakan Generasi Emas Papua

Program pendidikan gratis yang dijalankan Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus membawa harapan bagi masyarakat. Di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan mampu meringankan beban biay

Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya, Bekali Ratusan Perempuan Menjadi Unik, Berfungsi, dan Teladan

Camp Pembinaan Wanita Bijak di Intan Jaya, Bekali Ratusan Perempuan Menjadi Unik, Berfungsi, dan Teladan

Ratusan perempuan dari berbagai kalangan jemaat (Umat) di dedominasi gereja-gereja di Kabupaten Intan Jaya mengikuti Camp Pembinaan Wanita Bijak yang berlangsung di GKII Antiokhia Sugapa pada 16–19 Juni 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer