Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mama Sinta Bantah Diintimidasi, Tegaskan Pergi ke Jakarta dengan Biaya Pribadi

A
Penulis: Abdel Gamel Naser❯
Mama Yasinta. (BBC)
Mama Yasinta. (BBC)

Advertisement

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA- Tokoh perempuan adat sekaligus pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Sinta, membantah berbagai tudingan yang menyebut dirinya mendapat intimidasi dari aparat TNI.

Mama Sinta menegaskan keberangkatannya ke Jakarta dilakukan atas kemauan sendiri dan menggunakan biaya pribadi. Tujuannya datang ke ibu kota adalah untuk mencari keadilan, terkait penggunaan wajahnya tanpa izin dalam film dokumenter berjudul Pesta Babi.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas narasi yang beredar di media sosial, termasuk unggahan akun media lokal @laolao_papua yang menyebut dirinya dijemput secara paksa dan mendapat fasilitas perjalanan dari PT Jhonlin Group.

Advertisement


"Itu tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopternya Haji Isam. Itu tidak ada, itu omong kosong. Itu namanya provokator," kata Mama Sinta, Minggu (31/5) seperti dilansir dari Jawaspos.com.

Perempuan berusia 62 tahun tersebut juga menegaskan, dirinya tidak pernah memiliki hubungan maupun bertemu langsung dengan pengusaha Haji Isam. Menurutnya, seluruh perjalanan dari Wanam menuju Merauke, kemudian melanjutkan penerbangan ke Jayapura hingga Jakarta dilakukan secara mandiri.

Selain membantah keterlibatan pihak swasta, Mama Sinta juga menolak keras tuduhan yang menyebut dirinya mendapat tekanan atau intimidasi dari aparat militer. "TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya," ujarnya.

Advertisement

Mama Sinta meminta masyarakat untuk tidak mengaitkan persoalan yang sedang dihadapinya dengan isu Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia menegaskan, kedatangannya ke Jakarta murni berkaitan dengan persoalan pribadi yang menyangkut martabat dan kehormatannya.

Menurutnya, wajahnya telah berulang kali ditampilkan dalam berbagai pemutaran film Pesta Babi tanpa pernah meminta persetujuan darinya terlebih dahulu. Kondisi tersebut membuat dirinya merasa dirugikan. (*)

Advertisement
Editor : Abdel Gamel Naser

Artikel Terkait

Pengaduan Film Pesta Babi Berlanjut, Polda Metro Jaya akan Periksa Dandhy Laksono

Pengaduan Film Pesta Babi Berlanjut, Polda Metro Jaya akan Periksa Dandhy Laksono

Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap sutradara Dandhy Laksono pekan depan.

Internasionalisasi Film Pesta Babi, Pengamat Sebut Bisa Mengarah ke Disintegrasi NKRI 

Internasionalisasi Film Pesta Babi, Pengamat Sebut Bisa Mengarah ke Disintegrasi NKRI 

Publik diminta mewaspadai potensi pemanfaatan film Pesta Babi sebagai alat internasionalisasi isu Papua yang dapat mengarah pada agenda disintegrasi NKRI.

KNPB Sebut Papua Darurat Militer, Apresiasi Sutradara Pesta Babi

KNPB Sebut Papua Darurat Militer, Apresiasi Sutradara Pesta Babi

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mengeluarkan pernyataan keras terkait situasi di Tanah Papua yang dinilai berada dalam kondisi darurat militer dan kemanusiaan. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer