Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Meski Ditutup, 1.720 SPPG Tetap Terima Insentif Rp6 Juta per Hari, Ini Alasannya

Yohanes Palen • Jumat, 1 Mei 2026 | 14:32 WIB
Dadan Hendiana. (ISTIMEWA)
Dadan Hendiana. (ISTIMEWA)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA – Sebanyak 1.720 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah di Indonesia untuk sementara dihentikan operasionalnya.
 
Meski tidak beroperasi, dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut tetap menerima insentif sebesar Rp.6 juta per hari.
 
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjelaskan insentif itu tetap diberikan karena selama masa penghentian operasional, pihak SPPG masih menjalankan sejumlah aktivitas pendukung yang menjadi bagian dari persiapan untuk kembali beroperasi.
 
“Untuk yang sementara tetap diberi insentif Rp.6 juta per hari,” kata Dadan kepada wartawan usai meresmikan pembangunan SPPG di Universitas Hasanuddin.
 
Menurut Dadan, selama masa penutupan, pengelola dan karyawan SPPG tetap bekerja untuk melakukan pembenahan internal, pelatihan tenaga kerja, hingga penyesuaian layanan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan pemerintah.
 
“Karena mereka harus mengurus hal-hal lain, termasuk pelatihan karyawan dan menyesuaikan kebutuhan operasional saat nanti dibuka kembali,”jelasnya.
 
Dadan mengungkapkan, penutupan sementara terhadap ribuan SPPG tersebut dilakukan lantaran belum terpenuhinya sejumlah persyaratan administrasi dan teknis. 
 
Dua dokumen utama yang menjadi perhatian adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
 
Ia memastikan, SPPG yang mampu melengkapi persyaratan tersebut bisa kembali beroperasi tanpa harus menunggu terlalu lama.
 
“Kalau kualitasnya bagus, pelayanannya baik, menunya juga bagus, mudah-mudahan sertifikatnya keluar dalam waktu sebulan sehingga tidak perlu diberhentikan terlalu lama,”tutupnya. (*).
Editor : Yohanes Palen
#BGN #Mbg