Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kisah Mobil Listrik Cello Buatan Indonesia yang Gagal Produksi

Abdel Gamel Naser • 2026-03-11 10:27:48

 

Mobil listrik Cello buatan Ricky Elson pernah jadi proyek nasional era Dahlan Iskan. Punya desain supercar tapi gagal diproduksi. (ILUSTRASI )
Mobil listrik Cello buatan Ricky Elson pernah jadi proyek nasional era Dahlan Iskan. Punya desain supercar tapi gagal diproduksi. (ILUSTRASI )

CEPOSONLINE.COM,JAYAPURA - Kisah mobil listrik Cello kembali menarik perhatian publik. Kendaraan listrik buatan Indonesia ini pernah digadang-gadang menjadi mobil listrik nasional pada awal 2010-an. Seperti dilansir dari Trenggelek Jenggelek, Mobil listrik Cello dikembangkan oleh ilmuwan Indonesia, Ricky Elson, bersama timnya pada tahun 2013. Proyek tersebut lahir dari dorongan pemerintah saat itu yang ingin mempercepat pengembangan kendaraan listrik nasional.

Saat itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan secara langsung meminta Ricky Elson untuk mengembangkan mobil listrik yang bisa menjadi kebanggaan Indonesia. Harapannya, Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga mampu memproduksi mobil listrik sendiri.

Mobil listrik Cello pun lahir sebagai salah satu prototipe yang cukup ambisius pada masanya. Secara tampilan, mobil listrik Cello memiliki desain yang cukup futuristik. Bahkan banyak yang menilai bentuknya menyerupai mobil supercar. Bodi mobil terlihat aerodinamis dengan garis desain tajam yang memberi kesan modern. Untuk ukuran proyek riset dalam negeri saat itu, desain Cello dinilai sangat berani dan berbeda dari mobil konvensional yang beredar di Indonesia.

Tidak hanya mengandalkan desain menarik, mobil listrik Cello juga memiliki spesifikasi yang cukup impresif. Kendaraan ini diklaim mampu menempuh jarak sekitar 250 kilometer dalam sekali pengisian baterai. Angka tersebut tergolong cukup baik, bahkan jika dibandingkan dengan beberapa mobil listrik generasi awal di dunia.

Selain itu, mobil listrik Cello juga disebut mampu melaju hingga kecepatan maksimal sekitar 220 kilometer per jam. Performa ini membuat banyak orang optimistis bahwa Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik. Mobil listrik Cello menjadi bagian dari program mobil listrik nasional yang saat itu sedang didorong oleh pemerintah.

Dahlan Iskan dikenal sebagai salah satu tokoh yang sangat aktif mempromosikan kendaraan listrik di Indonesia. Ia bahkan mendorong berbagai riset dan pengembangan mobil listrik lokal agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Namun perjalanan proyek mobil listrik Cello tidak berjalan mulus.Meski memiliki potensi besar, mobil tersebut akhirnya gagal diproduksi secara massal. Salah satu alasan yang paling sering disebut adalah kendaraan ini tidak lolos dalam proses uji emisi.

Alasan tersebut sempat menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, mobil listrik seharusnya tidak menghasilkan emisi gas buang seperti kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel. Perdebatan mengenai kegagalan mobil listrik nasional ini pun sempat menjadi sorotan publik dan memicu berbagai spekulasi. Kontroversi proyek mobil listrik nasional juga sempat menyeret nama Dahlan Iskan.

Ia pernah dituduh terlibat dalam kasus korupsi terkait pengadaan mobil listrik nasional. Tuduhan tersebut membuat proyek kendaraan listrik yang sedang dirintis menjadi semakin rumit. Kasus tersebut sempat menjadi perbincangan besar di Indonesia karena melibatkan program teknologi yang diharapkan bisa membawa perubahan besar bagi industri otomotif nasional. Meski demikian, perjalanan proyek mobil listrik Cello akhirnya berhenti sebelum benar-benar masuk tahap produksi massal.Ricky Elson Kini Fokus Energi Terbarukan

Setelah proyek mobil listrik nasional meredup, Ricky Elson memilih melanjutkan perjuangannya di bidang energi terbarukan. Ia kini tinggal di daerah Ciheras, Tasikmalaya, Jawa Barat. Di tempat tersebut, Ricky Elson membangun proyek pembangkit listrik tenaga angin untuk membantu masyarakat desa. Turbin angin yang dibangun digunakan untuk menerangi wilayah-wilayah terpencil yang belum memiliki akses listrik memadai.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa semangat Ricky Elson dalam mengembangkan teknologi ramah lingkungan tidak pernah berhenti. Meski mobil listrik Cello gagal diproduksi, kisah proyek ini tetap menjadi bagian penting dari sejarah pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Banyak pihak menilai bahwa pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi masa depan industri kendaraan listrik nasional. (*)

Editor : Abdel Gamel Naser
#mobil listrik Cello #mobil listrik nasional