Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kabar Gembira! Bansos Beras 10 Kg Dikabarkan Lanjut 4 Bulan di 2026, Bulog Siapkan 720 Ribu Ton untuk 18 Juta KPM

Weny Firmansyah • 2026-01-05 09:03:33
Ilustrasi beras bansos. (DOK JAWA POS)
Ilustrasi beras bansos. (DOK JAWA POS)

CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Pemerintah melalui Perum Bulog memastikan kelanjutan program Bantuan Pangan Beras (bansos beras) untuk keluarga penerima manfaat (KPM) pada tahun 2026.

Program bansos beras ini merupakan, salah satu upaya utama untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung masyarakat kurang mampu yang masuk kategori KPM.

Seperti dilansir dari radar bogor yang mengutip dari Youtube Arfan Saputra Channel, bansos beras adalah bantuan yang diberikan dalam bentuk 10 kg beras kepada KPM.

- Target Penerima: 18 juta KPM.

- Target Anggaran: Perum Bulog telah menyiapkan total 720.000 ton beras.

- Durasi Penyaluran: Program Bansos Beras akan disalurkan selama 4 bulan di tahun 2026.

- Kemungkinan KPM: KPM program BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai) sangat mungkin menjadi target utama penerima Bansos Beras 10 Kg ini.

- Jadwal: Bulog mengonfirmasi alokasi 4 bulan, namun belum menyebutkan secara spesifik bulan dimulainya penyaluran. Ada harapan bahwa program ini dapat dimulai berdekatan dengan momen penting seperti bulan puasa.

1. Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)

Selain Bansos Beras, Bulog juga akan melanjutkan penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) atau dikenal sebagai beras murah.

Stok SPHP: Bulog menyiapkan stok sebesar 1,5 juta ton beras untuk SPHP.

Durasi: Berbeda dengan tahun sebelumnya yang terputus-putus, program SPHP di tahun 2026 ini direncanakan berjalan sepanjang tahun.

Penyesuaian Penyaluran: Meskipun berjalan sepanjang tahun, volume penyaluran SPHP akan dikurangi di daerah sentra produksi pangan (seperti Jawa, Sumatera, Sulawesi Selatan, dan NTB) saat terjadi masa panen raya (Maret, April, dan Agustus).

Strategi ini bertujuan untuk mencegah pasokan beras murah bertabrakan dengan hasil panen petani lokal, sehingga harga gabah petani tetap terjaga.

Sementara itu, penyaluran SPHP di daerah non-sentra produksi akan tetap berjalan normal.

2. Langkah Strategis Bulog 2026

Untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, Bulog menetapkan beberapa langkah strategis:

Penyerapan Gabah/Beras: Bulog mendapat penugasan untuk menyerap gabah atau beras setara 4 juta ton.

Ini merupakan upaya konkret negara untuk memastikan hasil panen petani terserap optimal dan harga terjaga.

Penguatan Infrastruktur: Bulog berencana membangun 100 infrastruktur pasca panen guna memperkuat pengelolaan hasil pangan dari hulu ke hilir, memastikan mutu terjaga, dan produk memiliki nilai tambah.

Dengan adanya program Bansos Beras selama 4 bulan dan kelanjutan SPHP sepanjang tahun, diharapkan daya beli masyarakat tetap terlindungi, sekaligus menjamin stabilitas harga pangan dasar. (*)

Editor : Weny Firmansyah
#kpm #bansos #perum bulog #Ceposonline.com