CEPOSONLINE.COM,NABIRE-Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatat jumlah koperasi di wilayahnya mencapai sekitar 7.000 unit.
Namun, data tersebut masih perlu diperbarui untuk memastikan koperasi yang terdaftar benar-benar aktif dan berjalan.
Kepala Dinas UMKM, Koperasi dan Perindustrian Papua Tengah, Norbertus Mote mengatakan, jumlah tersebut merupakan gabungan antara koperasi lama dan koperasi yang baru terbentuk, khususnya Koperasi Merah Putih.
“Koperasi yang terdaftar terakhir, khususnya Koperasi Merah Putih berjumlah 1.208 koperasi,”
“Sementara koperasi yang sebelumnya ada sekitar 6.000-an. Kalau digabungkan, jumlahnya sekitar 7.000 koperasi,” ujar Norbertus saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa, (27/1/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa data tersebut masih merupakan data sementara yang memerlukan pemutakhiran. Pasalnya, tidak semua koperasi dipastikan masih aktif beroperasi.
“Data ini harus kita update, karena pasti ada koperasi yang sudah tidak berjalan. Data yang ada sekarang ini juga merupakan limpahan dari provinsi induk,” katanya.
Norbertus menjelaskan, pembinaan koperasi dilakukan secara bertahap. Prosesnya dimulai dari pembentukan koperasi, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus koperasi.
“Tahapannya dimulai dari pembentukan koperasi, lalu masuk pada peningkatan kapasitas SDM pengurusnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap Koperasi Merah Putih telah disusun secara terstruktur di tingkat nasional. Sementara koperasi yang dibentuk atas inisiatif masyarakat biasanya berawal dari kelompok kecil.
“Biasanya masyarakat berkumpul sekitar 12 sampai 13 orang, lalu membentuk koperasi secara mandiri,” ujarnya.
Setelah terbentuk, koperasi akan melengkapi legalitas usaha melalui notaris serta melaporkan keberadaannya ke Dinas Koperasi di tingkat kabupaten.
“Mereka mengurus badan hukum di notaris dan kemudian mendapatkan legalitas, seperti Nomor Induk Koperasi atau Nomor Induk Berusaha,” katanya.
Dalam hal pembinaan, pemerintah kabupaten dan provinsi turut berperan melalui berbagai program pelatihan, terutama dalam peningkatan kapasitas manajemen tata kelola dan pengelolaan keuangan koperasi.
Norbertus berharap, melalui pembaruan data dan pembinaan yang berkelanjutan, koperasi di Papua Tengah dapat semakin aktif dan berkontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat.
“Harapannya koperasi-koperasi ini bisa berjalan dengan baik, sehat secara kelembagaan, dan benar-benar menjadi penggerak ekonomi masyarakat Papua Tengah,” pungkasnya. (*)
Editor : Elfira Halifa