Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Kapolres Nabire: Kami Tidak Larang Demo Tapi Jangan Long March

Theresia F. Tekege • 2025-12-10 12:37:16
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA)
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu. (CEPOSONLINE.COM/THERESIA)

CEPOSONLINE.COM, NABIRE - Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak melarang aksi damai yang digelar dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia di Nabire, Papua Tengah, Rabu (10/12/2025).

“ Kami tidak larang demo tapi jangan long march. Karena itu akan mengganggu aktivitas dan ketertiban umum,” kata Kapolres Nabire saat memberikan keterangan kepada media di pasar karang Nabire.


Ia menyebut massa aksi berasal dari berbagai elemen, seperti KNPB hingga kelompok yang mengatasnamakan alumni sejumlah kampus.
Sejak pagi, aksi berlangsung serentak di lima titik, yakni SP1 Nabar, Wadio, Pasar Karang, Uswim, dan satu titik lainnya di RS Nabire.

“Di Pasar Karang saja jumlah massa hampir 100 orang. Kami dari Polres Nabire bersama Dalmas Polda, TNI Angkatan Laut, Brimob, serta Satpol PP Provinsi dan Kabupaten, melakukan pengamanan dan pelayanan di seluruh titik,” ujar Tatiratu.

Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin undang-undang.

Karena itu, aparat hadir bukan untuk melarang, melainkan untuk memberikan perlindungan dan menjaga ketertiban umum," katanya.

Namun demikian, Kapolres menegaskan, pihak kepolisian tidak mengizinkan adanya long march.

"Kebijakan ini diambil karena sejumlah aktivitas penting masyarakat masih berlangsung, seperti aktivitas perdagangan mama-mama di Pasar Karang, lalu lintas kendaraan yang padat, hingga ujian semester di beberapa kampus, di antaranya STAK dan Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim)," ujarnya.

Selain itu, kata dia, sejumlah sekolah juga tengah melaksanakan pembagian rapor.
“Kalau lima titik ini melakukan long march bersamaan dengan jumlah massa bisa mencapai 500 sampai 1.000 orang, kami khawatir akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan chaos,” pungkas Tatiratu.

Ia juga mengapresiasi para demonstran yang dinilai tertib dan tetap berada dalam komando selama menyampaikan aspirasi di titik-titik aksi. (*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Long march #Papua Tengah #Ceposonline.com #NABIRE