CEPOSONLINE.COM, MIMIKA — Pagar SMA Negeri 1 (SMANSA) Mimika mendadak berubah menjadi barikade yang memisahkan kecemasan dan harapan.
Pada Senin pagi (22/6/2026) hari pertama Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) resmi dibuka, halaman sekolah tertua di Mimika itu langsung dikepung massa.
Ribuan calon siswa lulusan SMP bersama orang tua mereka menyemut, berdesakan memperebutkan formulir pendaftaran.
Pantauan di lapangan menunjukkan eskalasi antrean sudah terjadi sejak matahari belum terbit. Hingga pukul 09.28 WIT, gelombang pendaftar tak kunjung surut.
Lantaran kapasitas halaman sekolah tak lagi mampu menampung jejalan manusia, panitia terpaksa menggembok pagar pembatas.
Skema buka-tutup diberlakukan: calon pendaftar di luar pagar baru diizinkan masuk secara bertahap setelah antrean di dalam halaman mengurai.
Sistem antrean yang berlarut-larut ini memicu kepanikan di kalangan orang tua. Berdasarkan kesaksian warga di lokasi, demi mendapat nomor urut paling depan, sejumlah orang tua bahkan nekat mendatangi sekolah saat kota masih gelap gulita.
“Tadi ada yang datang dari malam,” kata salah satu orang tua saat ditemui di luar halaman sekolah.
Bagi sebagian besar orang tua, SMANSA Mimika tetap menjadi magnet utama pendidikan menengah di wilayah ini.
Di tengah ketatnya persaingan kuota, desas-desus mengenai keterbatasan daya tampung sekolah memicu spekulasi dan ketakutan bahwa anak-anak mereka akan terdepak sebelum sempat menyerahkan berkas.
“Tidak tahu dapat ka tidak ini,” imbuh salah satu orang tua calon peserta didik baru, menggambarkan rasa waswas yang menjalar di antara kerumunan di luar pagar.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada panitia PPDB maupun Kepala Sekolah Smansa Mimika terkait regulasi, kuota zonasi, dan mekanisme pembatasan antrean belum mendapatkan jawaban. (*)
Editor : Agung Trihandono