Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Bara di Kwamki Narama: Kremasi Adat Junius Janempa Diwarnai Hujan Panah dan Gas Air Mata

Wahyu Welerubun • 2026-04-02 03:27:36
Prosesi kremasi jenazah Junius M. Janempa di Kwamki Narama, Rabu (1/4/2026). (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Prosesi kremasi jenazah Junius M. Janempa di Kwamki Narama, Rabu (1/4/2026). (Foto: CENDERAWASIH POS/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Suasana duka di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, berubah menjadi medan konflik pada Rabu (1/3/2024). 

Prosesi kremasi adat Junius M. Janempa, korban pembunuhan yang memicu ketegangan di Papua Tengah, berlangsung dramatis di bawah bayang-bayang serangan busur panah dan rentetan gas air mata.

Ketegangan bermula dari perselisihan internal mengenai lokasi kremasi. Rencana awal pembakaran jenazah di Kampung Amole ditolak keras oleh salah satu kubu, memicu eskalasi massa yang cepat.

Situasi pecah saat sekelompok warga dari arah hutan mulai melepaskan anak panah ke arah barisan aparat keamanan. Di tengah desingan anak panah yang membelah udara, aparat merespons dengan tembakan gas air mata untuk memecah konsentrasi massa. 

Ketegangan ini memaksa sejumlah pejabat daerah dari Kabupaten Mimika dan Puncak, termasuk Kapolres Mimika, dievakuasi dari lokasi demi keselamatan.

Setelah insiden tersebut, pihak keluarga akhirnya sepakat memindahkan prosesi ke perempatan Kios Panjang, Kampung Meekurima. Tepat pukul 18.15 WIT, api mulai menyulut jenazah Junius M. Janempa di tengah isak tangis keluarga yang memecah kesunyian senja.

Namun, duka tidak hadir sendirian. Usai pembakaran, massa melakukan ritual adat yang mencekam: menembakkan anak panah ke arah pertokoan sebagai simbol pelepasan dendam. Massa meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku dalam waktu satu minggu. 

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, hadir di tengah massa untuk meredam amarah. Ia menegaskan bahwa lingkaran kekerasan ini harus diputus.

Sebagai Pemerintah, dia meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan percayakan aparat keamanan untuk menangkap pelaku. Dia pun menegaskan perang tidak boleh lagi berlanjut. 

Senada dengan pemerintah, Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, berusaha menenangkan warga. 

Namun, imbauan tersebut justru memicu reaksi keras. Sekelompok warga kembali bangkit melakukan penyerangan fisik terhadap jajaran pejabat dan aparat, yang memaksa penggunaan gas air mata untuk kedua kalinya.

Hingga pukul 19.45 WIT, situasi di Kwamki Narama dilaporkan mulai stabil namun tetap mencekam. Aparat keamanan telah mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai provokator serangan.

Saat ini, personel gabungan masih disiagakan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi aksi balasan, sementara masyarakat menunggu janji penegakan hukum atas kematian Junius M. Janempa dalam tujuh hari ke depan.

(*)

Editor : Lucky Ireeuw
#Kwamki Narama #mimika