Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

Optimalkan Layanan Kesehatan, Ruang Bedah RS Waa Banti Mulai Beroperasi Juni 2026

Wahyu Welerubun • 2026-03-05 12:46:50

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra. (CEPOSONLINE.COM/MOH. WAHYU WELERUBUN).

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika terus memperkuat infrastruktur kesehatan di wilayah pegunungan terutama di Rumah Sakit Waa Banti.

Ruang bedah medis di RS Waa Banti dipastikan mulai beroperasi secara fungsional pada 26 Juni 2026 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, menjelaskan bahwa pengoperasian ruang bedah ini merupakan bagian strategis dari proses akreditasi rumah sakit sekaligus upaya menghadirkan layanan terpadu (one stop service).

Selain fasilitas bedah, Dinkes juga menyiapkan unit transfusi darah di lokasi yang sama untuk mempercepat penanganan medis di Distrik Tembagapura.

“Seminimal mungkin bisa kita mengurangi jumlah rujukan,” ujar Reynold saat dihubungi, Kamis (5/3/2026).

Selain penguatan fasilitas fisik, Dinkes Mimika tengah melakukan transformasi digital melalui sistem Rekam Medik Elektronik (RME).

Wilayah pesisir yang telah memiliki akses internet dan listrik stabil menjadi prioritas utama penerapan sistem ini.

Untuk mendukung tenaga medis di pelosok, pemerintah daerah membentuk tim telemedicine berbasis kabupaten.

“Supaya ketika ada teman-teman di daerah-daerah sulit, yang harus dirujuk atau mengkonsulkan pasiennya, itu bisa menggunakan kemajuan teknologi yang tersedia,” jelas Reynold.

Menyikapi kendala infrastruktur di wilayah seperti Kokonau, Dinkes menyiapkan energi alternatif berupa panel surya.

Langkah ini diambil agar pelayanan kesehatan tidak lumpuh saat terjadi kendala pada pasokan listrik PLN.

Terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM), Reynold memaparkan bahwa saat ini terdapat 2.169 tenaga kesehatan di Mimika.

Namun, angka ini masih perlu ditingkatkan mengingat pertumbuhan penduduk Mimika yang mencapai hampir 5% per tahun dengan total populasi sekitar 321 ribu jiwa.

Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan, Mimika masih menghadapi tantangan pemenuhan rasio dokter yang ideal. Reynold menyebut, saat ini tersedia 79 dokter di Puskesmas.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan masih membutuhkan sekitar 300 dokter tambahan jika merujuk pada rasio penduduk.

Kemudian, terdapat 61 dokter spesialis di RSUD Mimika, namun RS Waa Banti secara ideal masih membutuhkan tambahan 3 spesialis lagi.

“Saat ini dokter yang bertugas di puskesmas berjumlah 79 orang. Kalau melihat rasio penduduk sekitar 315 ribu tahun sebelumnya, kita masih kekurangan sekitar 300 dokter,” ungkapnya.(*).

Editor : Elfira Halifa
#mimika #Ceposonline.com #layanan kesehatan