Adventorial Advertorial Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Internasional Kesehatan KPU Papua Pegunungan Kuliner Life Style Lintas Papua Lintas Tabi Menyapa Nusantara Mob Dulu Pace Nasional Opini Otomotif Papua Papua Pegununungan Papua Selatan Papua Sport Papua Tengah Pemilugrafi Pendidikan Persipura Regional Sepakbola Dunia Sepakbola Nasional Top Stories Wisata Zodiak

DPD Pemuda Saireri Papua Peringati HUT ke-7, Libatkan Sanggar Seni Lestarikan Budaya

Wahyu Welerubun • 2025-11-29 16:37:46
Salah satu kelompok peserta yang tengah mengikuti lomba Yospan dalam rangka memperingati HUT ke-7 Pemuda Saireri Papua (PSP), di Aula MPCC Timika, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Cenderawasih Pos/Wahyu)
Salah satu kelompok peserta yang tengah mengikuti lomba Yospan dalam rangka memperingati HUT ke-7 Pemuda Saireri Papua (PSP), di Aula MPCC Timika, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Cenderawasih Pos/Wahyu)

CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 Pemuda Saireri Papua (PSP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSP Kabupaten Mimika melaksanakan lomba Yosim Pancar (Yospan), yang diikuti oleh peserta dari sekolah-sekolah dan sanggar seni yang ada di Mimika, bertempat di aula gedung MPCC Timika, Sabtu (29/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSP Gifli Buinei, jajaran unsur pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan setda Kabupaten Mimika Septinus Timang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PSP Kabupaten Mimika Silas Wopari menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan selain untuk memperingati HUT PSP, juga untuk mengembangkan bakat generasi muda serta melestarikan budaya Saireri.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Silas juga mengharapkan agar Pemerintah Daerah dapat membuka ruang untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkelanjutan dalam dunia seni dan budaya di Mimika.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar dapat menjunjung tinggi sportivitas dalam mengikuti seluruh rangkaian perlombaan.

"Kepada seluruh peserta agar tetap sportif dalam mengikuti lomba sehingga dapat berjalan dengan baik dan semua yang kita harapkan dapat terlaksana dengan baik," tutup Silas.

Selanjutnya, Ketua DPP PSP Gifli Buinei menyampaikan bahwa PSP merupakan salah satu organisasi lokal dari tanah Papua yang berkedudukan di ibu kota Provinsi Papua.

Kata Gifli, PSP sudah memiliki 11 cabang resmi yang mana 9 diantaranya bermarkas di Tanah Papua, sedangkan dua lainnya di Jabodetabek dan di Makassar.

Dengan kedudukan ini, DPP PSP pun telah berkoordinasi dengan kementerian terkait agar PSP dapat ditetapkan sebagai organisasi nasional.

Gifli pun menceritakan secara singkat sejarah berdirinya PSP. Kata dia, PSP pertama kali didirikan pada tanggal 17 November 2018.

Organisasi ini diisi oleh pemuda-pemuda yang secara kultur dan garis keturunannya beraal dari Biak, Seui, Yapen, Waropen, Mamberamo dan pesisir Nabire.

"Memang secara administrasi kabupaten-kabupaten tertentu berada di provinsi yang di luar provinsi Papua Induk. Misalnya, Nabire itu berada di Papua Tengah, tapi secara kultur itu berada di wilayah Saireri karena Nabire pesisir," tutur Gifli.

"Sama halnya dengan Mamberamo, Mamberamo itu secara administrasi berada di wilayah Mamta, tapi secara kultur itu bagian dari Saireri. Semangat, budaya dan adat istiadat yang sama inilah yang membuat kita bersepakat untuk mendirikan organisasi ini," tuturnya.

Gifli pun berpesan kepada seluruh jajaran pengurus yang ada di Mimika agar kehadiran PSP di tanah Amungsa bukan untuk membentuk kelompok baru tetapi untuk menjadi bagian daripada Kabupaten Mimika dan masyarakatnya.

"Di tujuh tahun ini kita masih terus berbenah dan saya berharap PSP di Mimikaini harus terus membantu dan menjadi mitra strategis pemerintahg daerah," ucapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Setda Kabupaten Mimika Septinus Timang pada kesempatan itu mengatakan bahwa berbicara tentang sejarah Kabupaten Mimika tentunya tidak terlepas dari kontribusi orang Saireri.

"Jadi kalau berbicara tentang Mimika tentunya tida terlepas dari peran orang Saireri," kata Septinus.

Lebih lanjut, Tari Yospan yang dilombakan ini menurut Septinus juga merupakan salah satu dari budaya Saireri yang kini telah menjadi identitas Papua.

Pelaksanaan lomba ini jyuga menurutnya menjadi momen terbaik nuntuk menggaungkan pelestarian Yosim Pancar di kalangan generasi muda.

Untuk itu, ia pun berpesan agar seluruh peserta dapat menampilkan yang terbaik dalam perlombaan serta menjunjung tinggi sportivitas.

"Kepada adik-adik sekalian, tetap junjung tinggi sportivitass," tutupnya. (*)

Editor : Gratianus Silas
#pemuda #mimika