CEPOSONLINE.COM, MIMIKA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pariwisata, Kabudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) kini tengah serius menghidupkan kembali nyawa budaya lokal Amungme dan Kamoro yang perlahan redup di Kabupaten Mimika.
Upaya ini dilaksanakan dengan gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan bernuansa seni dan budaya lokal.
Tercatat, pada Jumat 7 November 2025 lalu, Disparbudpora telah menggelar event bertajuk Festival Budaya Lokal Bernuansa Nusantara.
Kemudian, sebagai wujud pelestarian seni dan budaya, pada Senin 17 November 2925, Disparbudpora kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan Kesenian dengan sasaran pelajar.
Hari ini, Sabtu (22/11/2025), Disparbudpora menyelenggarakan dua kegiatan sekaligus dengan mengangkat kearifan lokal masyarakat setempat.
Terutama kearifan lokal masyarakat dua suku besar yang merupakan suku asli Mimika, yakni Suku Amungme dan Suku Kamoro. Mulai dari tarian, pameran seni ukir, anyaman dan lain-lain.
Dua kegiatan dimaksud adalah Pentas Seni Budaya dan Festival Lomba Dayung Tradisional. Untuk Pentas Seni Budaya digelar di pelataran Ekowisata Mangrove.
Sedangkan, Lomba Dayung Tradisional dilaksanakan di perariran sekitaran pelabuhan perikanan Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan.
Ketua Panitia, Santy Sondang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai wujud ekspresi kreatif yang menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi, adat, dan kesenian yang diwariskan oleh para leluhur.
“Melalui pentas seni ini kita ingin mengingatkan bahwa budaya adalah jati diri bangsa, yang harus dijaga, dihargai, dan terus dilestarikan,” ucap Santy Sondang.
“Selain itu juga agar bisa mensejahterakan masyarakat di sekitar lokasi pariwisata. Pentas seni budaya yang diadakan akan membangkitkan dan menggairahkan kesenian lokal, yang merupakan modal dasar kepariwisataan,” sambungnya.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta baik dari Pentas Seni Budaya maupun Festival Lomba Dayung Tradisional.
Selanjutnya, Bupati Mimika Johannes Rettob dalam amanatnya menyampaikan, kegiatan hari ini bukan hanya sekedar perlombaan, tetapi juga merupakan ajang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta melestarikan budaya daerah yang menjadi identitas dan kekayaan daerah.
Pentas Seni Budaya adalah wujud ekspresi kreatif yang menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi, adat, dan kesenian yang diwariskan oleh para leluhur.
“Melalui pentas seni ini kita ingin mengingatkan bahwa budaya adalah jati diri bangsa yang harus dijaga, dihargai, dan terus dilestarikan,” tutur Johannes.
Sementara itu, Festival Lomba Dayung Tradisional mencerminkan kekuatan ketangkasan, kerjasama, dan ketepatan strategi.
Dalam ajang ini, kata Johannes para peserta akan menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam mengendalikan irama dan kekuatan untuk mencapai garis akhir.
“Semoga lomba ini menjadi ajang yang membentuk mental sportif dan semangat pantang menyerah,” ungkapnya.
*Komitmen Pemerintah Hidupkan Nilai-Nilai Budaya Lokal*
Johannes Rettob menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal yang sejak lama dinilai redup.
Ia menjelaskan, kegiatan ini berjalan seiring dengan kegiatan Festival Budaya Lokal Amungme - Kamoro Berwawasan Nusantara yang sebelumnya telah dilaksanakan.
Ia menyebut, untuk tahun ini seluruh penyelenggaraan kegiatan menjadi ajang percobaan dan akan dilakukan evaluasi guna menentukan strategi untuk ke depan dijadikan sebagai event tahunan.
Pemkab Mimika juga menargetkan salah satu dari kegiatan ini dapat masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Tentunya dengan evaluasi serta persiapan yang sangat matang.
“Semua ini tahun ini kita baru coba untuk melaksanakannya. Tahun depan kita akan kemas dalam satu festival, mulai dari Festival Budaya Nusantara, Festival Budaya asli tradisionalnya orang sini dan lomba dayung mungkin dan mungkin ada beberapa kegiatan yang lain yang akan kita kemas dengan baik, kita pusatkan dan kita perjuangkan untuk menjadi satu event tetap,” kata Johannes saat ditemui usai melepas peserta lomba dayung tradisional.
Lanjut dikatakan, semua upaya ini adalah wujud keseriusan serta kepedulian pemerintah dalam menghidupkan kembali budaya Amungme dan Kamoro di Kabupaten Mimika. (*)
Editor : Gratianus Silas