Nasional Bansos Derap Nusantara Dinamika Tembagapura Ekonomi Features Hiburan Kesehatan Opini Advertorial

Tangis Pecah di Dermaga Merauke, ABK KMN Sardi Utama Pulang Tanpa Nahkoda

Yulius Sulo • Minggu, 21 Juni 2026 | 12:43 WIB
Isak tangis keluarga pecah saat tujuh ABK Sardi Utama tiba di Merauke dengan selamat pada Sabtu (20/6/2026) malam. (Sulo/Cepoisonline.com).
Isak tangis keluarga pecah saat tujuh ABK Sardi Utama tiba di Merauke dengan selamat pada Sabtu (20/6/2026) malam. (Sulo/Cepoisonline.com).

CEPOSONLINE.COM, MERAUKE-Kapal Motor Nelayan (KMN) Sardi Utama akhirnya tiba di Kota Merauke dengan selamat setelah menempuh perjalanan sekitar empat hari dari Papua Nugini (PNG).

Kapal tersebut berlabuh di depan Transito, tepatnya di sekitar eks Kantor Satuan Polair Polres Merauke, Sabtu (20/6/2026) sekira pukul 21:00 WIT.

Kapal tersebut dinahkodai ABK dari kapal lain setelah nahkoda kapal bernama Akir yang sehari-harinya dipanggil Rizal dilaporkan tewas akibat ditembak oleh sekelompok orang yang datang menggunakan speed berjumlah enam orang.

Sebelum  para ABK yang berjumlah 7 orang tersebut turun, polisi dari Satuan Polair Polres Merauke naik ke atas kapal dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, para ABK tersebut turun.

Isak tangis keluarga para anak buah kapal yang didominasi kaum ibu, pecah saat menanti kedatangan mereka sejak pukul 17:00 WIT hingga akhirnya tiba di Merauke.

Suasana haru tak terbendung ketika para ABK turun dan langsung berpelukan dengan istri serta anggota keluarga masing-masing.

Di satu sisi, keluarga masih diselimuti duka mendalam atas meninggalnya nahkoda kapal. Namun di sisi lain, mereka juga bersyukur karena ketujuh ABK kembali dalam keadaan selamat.

Ketujuh ABK tersebut yakni Rusli, Yakonias Sarnully, Melkias K. Pelmela, Marthen O, Kellen, Alexander Yabloy, dan Fasman.
   
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Merauke, Rekianus Samkakai mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak KBRI di Port Moresby serta Konsulat Papua Nugini di Jayapura.

‘’Kami telah berupaya menjalankan tugas, terutama berkoordinasi dengan aparat keamanan Papua Nugini”

“Berdasarkan informasi yang kami terima dari KBRI, hingga saat ini keberadaan jenazah korban belum dapat dikonfirmasi. Selain itu, pihak yang diduga melakukan penembakan juga masih berdasarkan laporan yang diterima dari ABK saat masih di PNG belum dapat dikonfirmasi dari pihak mana” pungkasnya. (*)

Editor : Elfira Halifa
#Merauke #kapal #PNG