Diantar Masyarakat Adat dan Pemilik Hak Ulayat, Rombongan BRIN dan Gubernur Tinjau Lokasi Pembangunan Bandar Antariksa

CEPOSONLINE.COM, BIAK-Rombongan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si dan Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng meninjau langsung wilayah dari dekat wilayah yang akan dijadikan lokasi Bandar Antariksa Biak, di Warbon, Distrik Biak Utara.
Dalam kesempatan itu, Kepala BRIN dan Wagup didampingi langsung oleh Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, SH.,MM, tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemilik hak ulayat setempat.
Sebelum peninjaun lokasi, dilakukan MoU antara BRIN, Pemerintah Provinsi Papua oleh dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor di Gedung DPR Kabupaten Biak Numfor.
Penandatanganan MoU itu disaksikan langsung oleh pimpinan dan anggota DPR Kabupaten Biak Numfor, masyarakat adat, pemilik hak ulayat, anggota Forumum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Biak Numfor, pimpinan TNI/Polri, dan semua unsur terkait lainnya.
Kepala BRIN Prof. Arif Satria mengatakan, MoU yang dilakukan ini sebagai langkah awal untuk mempersiapkan segala seatunya untuk merencanakan berbagai hal khususnya berkaitan dengan soal infrastruktur menuju pembangunan.
“Jadi itu semua adalah bagian penting dari proses perjalanan ini. Kita sudah melakukan sosialisasi untuk kesekian kalinya kepada masyarakat, kepada Dewan Adat dan kita bersyukur bahwa masyarakat memberikan dukungan penuh pada proyek pembangunan Bandar Artariksa ini,” ujarnya.
KEPALA BRIN : PERENCANAAN HINGGA PEMBANGUNAN BERSIFAT PARTISIPATIF
Kepala BRIN Satria Arief juga menegaskan, bahwa pembangunan yang dimulai dari proses perencanaan akan dilakukan dengan kolaborasi, dengan melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan masyarakat. Kolaborasi ini akan dilakukan dengan tujuan bahwa proses perencanaan hingga pembangunan lebih partisipatif.
“Kita juga ingin agar masyarakat yang ada di Biak ini juga terlibat dalam proses perancanaan karena kita ingin bahwa proyek ini adalah proyek bersama. Kita ingin proyek ini dimiliki oleh kita semua sehingga kita benar-benar ingin dorong partisipasi semua pihak terkait,” lanjutnya.
Memurutnya, di tahun 2026 proyek pembangunan sudah dimulai dengan perencanaan tahap awal sampai pada perencanaan lebih detail, termasuk ditahun 2027 akan dilakukan proses perencanaan penataan ruang, zonasi dan sebagainya termasuk ke proses yang lebih teknis lagi.



